Tutorial MapInfo - Basis Data

Tutorial MapInfo – Basis Data

Tutorial MapInfo – Basis Data

Tutorial MapInfo - Basis Data
Tutorial MapInfo – Basis Data

Data atau informasi geografi, yang diturunkan dari peta-peta tematik, pengukuran pada umumnya mengandung lebih dari satu atribut yang diasosiasikan dengan lokasi spasialnya. Sebagai contoh, properties pemukiman yang menjadi daya tarik adalah area, lahan, sifat kesuburan tanah, dsb. Atribut-atribut tambahan ini disebut sebagai entities non-spasial dari basi data spasial.

Basis data spasial mendeskripsikan sekumpulan entity baik yang memiliki lokasi atau posisi yang tetap maupun yang tidak tetap (memiliki kecenderunganbuntuk berubah, bergerak, atau berkembang). Tipe-tipe entity spasial ini memiliki properties topografi dasar yang meliputi lokasi, dimensi dan bentuk (shape). Hampir semua SIG memiliki campuran tipe-tipe entity spasial dan non-spasial. Tetapi, tipe-tipe entity non-spasial tidak memiliki propertiestopografi dasar lokasi. Dengan demikian, sebelum analisis SIG dapat dilakukan, diperlukan data tambahan untuk kemudian digabungkan ke dalam basis data geografi.

Walupun demikian, untuk mengelola data dan informasi atribut di dalam SIG tidak semudah yang dibayangkan. Untuk melakukannya diperlukan pemahaman yang baik mengenai konsep-konsep sistem manajemen basi data.

SIG sebagai Basis Data

Baberapa DBMS menggunakan beberapa asumsi mengenai data-data yang ditanganinya. Untuk mengefektifkan penggunaan DBMS, maka asumsi-asumsi ini harus dipenuhi. Beberapa tipe DBMS lebih sesuai untuk SIG daripada tipe-tipe yang lain karena DBMS ini memiliki asumsi-asumsi yang sesuai untuk data spasial SIG yang bersangkutan. Pada umumnya, terdapat dua pendekatan untuk menggunakan DBMS di dalam SIG, yaitu sebagai berikut :

1. Pendekatan solusi DBMS total. Pada pendekatan ini , semua data spasial dan non-spasial diakses melalui DBMS sehingga data-data tersebut harus memenuhi asumsi-asumsi yang telah ditentukan oleh perancang DBMS-nya.

2. Pendekatan solusi kombinasi. Pada pendekatan ini, beberapa data (pada umumnya berupa tabel-tabel atribut berikut relasi-relasinya) diakses melalui DBMS karena data-data tersebut telah sesuai dengan modelnya.

Sistem seperti ini biasanya mengandung dua sistem basis data yang secara khusus dirancang untuk data spasial (ARC pada Arc//Info), dan yang kedua untuk data non-spasial yang dikelola oleh sistem basis data yang khusus dirancang untuk data non-spasial (INFO pada Arc/Info).

Konsep Sistem Basis Data

Definisi DBMS sangatlah bervariasi, secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efsien.

Dibandingkan dengan sistem yang berbasis kerta, DBMS memiliki 4 keunggulan:

· Kepraktisan : Sistem yang berbasis kertas akan mengguankan kerta yang sangat banyak untuk menyimpan informasi, sedangkan DBMS menggunakan media penyimpan sekunder yang berukuran kecil tetapi padat informasi.

· Kecepatan : Mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia.

· Mengurangi kejemuan : Orang cenderung menjadi bosan kalau melakukan tindakan-tindakan berulang yang menggunakan tangan )misalnya harus mengganti suatu informasi).

· Kekinian : Infomasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.

Secara lebih detail, keuntungan basis data terhadap sistem pemrosesan berkas adalah dalam hal :

· Kemubaziran data terkurangi
· Integritas data
· Independensi data
· Konsistensi data
· Berbagi data
· Sekuritas data

Sumber : https://aziritt.net/galaga-wars-apk/