Tetap Perjuangkan Pembangunan SMPN 6

No comment

Tetap Perjuangkan Pembangunan SMPN 6

Tetap Perjuangkan Pembangunan SMPN 6

Tetap Perjuangkan Pembangunan SMPN 6

Pemerintah Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang akan mengirimkan surat kepada Bupati Bandung Barat Abubakar agar pembangunan SMPN 6 Lembang tetap dibangun di lahan seluas 2.000 m2 meski mendapat penolakan dari orangtua siswa dan Komite Sekolah SDN Pancasila. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Desa Gudang Kahuripan Agus Karyana kepada wartawan di Lembang, kemarin.

Menurut Agus, keberadaan SMPN 6 Lembang yang lokasinya tidak jauh dari SDN Pancasila di Jalan Peneropongan Bintang No 52 Kecamatan Lembang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga tidak masuk akal jika ada pihak-pihak yang menolak pembangunan sekolah. ’’Kita akan mendesak dan memperjuangkan agar pembangunan sekolah ini tetap terlaksana karena memang kami membutuhkan. Kami juga akan melayangkan surat ke pak bupati supaya tetap bisa dibangun,” tegasnya.

Dia mengaku heran dengan penolakan yang dilayangkan oleh ketua komite SDN

Pancasila. Rencana pembangunan SMPN 6 Lembang ini jelas-jelas di atas lahan milik desa dan juga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar SDN Pancasila. ’’Kalau berdiri sebuah sekolah negeri tentu akan meringankan para orangtua dan murid yang akan melanjutkan ke tingkat SMP,” paparnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang menolak pembangunan SMPN 6 Lembang. Dalam pertemuan nanti pihaknya akan mempertanyakan alasan penolakan pembangunan sekolah tersebut. ’’Di area situ ada SDN Pancasila dan SDN Merdeka yang keduanya berdiri di atas tanah desa. Jadi jelas tidak mengganggu mereka karena kita punya tanah desa lain yang disiapkan untuk SMPN 6 Lembang,” ujarnya.

Tanah desa secara keseluruhan memiliki luas hingga 4 hektar. Termasuk di area

tersebut sudah dipakai oleh SDN Pancasila, SDN Merdeka, sarana olahraga termasuk rencana pembangunan SMPN 6 Lembang. ’’Untuk SDN Merdeka memiliki luas 1.000 m2. Selanjutnya SDN Pancasila menempati sekitar 7.000 m2 dan nanti untuk SMPN 6 Lembang 2.000 m2,” katanya seraya menyebutkan SMPN 6 Lembang akan berdiri di tanah kosong tanpa membongkar bangunan lain.

Saat ini, di Desa Gudang Kahuripan tidak ada SMPN yang berdiri. Sementara, di desanya sudah ada 6 SD yang berdiri. Oleh karenanya, jika dibangunkan SMPN 6 Lembang tentu para lulusan SD di Gudang Kahuripan tidak jauh untuk melanjutkan sekolahnya. ’’Lebih dari 500 siswa lulusan tingkat SD setiap tahunnya di desa ini,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Ketua BPD Desa Gudang Kahuripan Mahmudin. Dia

berpandangan, penolakan yang dilakukan ketua komite tidak memiliki dasar yang kuat. Padahal jika mengacu pada wajib belajar 9 tahun, tentu keberadaan SMPN 6 Lembang ini harus didukung oleh semua pihak. ’’Di desa kami harus ada sekolah untuk masa depan anak-anak kita. Dari pada warga kami jauh ke Lembang dan Kota Bandung, kan lebih baik kami bangun di wilayah desa sendiri,” sesalnya.

 

Baca Juga :