Teknologi Berpadu Seni di Asuhan Asyharuddin, Guru SMKN 12 Surabaya

No comment

Teknologi Berpadu Seni di Asuhan Asyharuddin, Guru SMKN 12 Surabaya

Teknologi Berpadu Seni di Asuhan Asyharuddin, Guru SMKN 12 Surabaya

Teknologi Berpadu Seni di Asuhan Asyharuddin, Guru SMKN 12 Surabaya

Mulanya, Asyharuddin senang-senang saja ketika menjadi guru di program keahlian kriya tekstil cetak saring di SMKN 12 Surabaya. Namun, pada 2002–2003 dia banting setir menjadi guru multimedia. Sejumlah terobosan pun dia dilakukan.

AWAL Mei lalu kebahagiaan Asyharuddin seolah semakin lengkap. Sebab, dia berhasil menjadi guru berprestasi SMK tingkat Kota Surabaya. Inovasi pembelajaran yang digagas memang tidak main-main. Dia membuat strategi pembelajaran InEl WeS GoBlog BerMasalah. Strategi itu dibuat untuk mengatasi hambatan ketika belajar pemrograman web dasar.

Di era teknologi informasi saat ini, multimedia memang banyak dibutuhkan. Pembuatan website, misalnya. Website dinilai penting sebagai media promosi. Bukan hanya website untuk bisnis online, tetapi juga website profil perusahaan. Asyharuddin, guru multimedia SMKN 12, menyatakan bahwa para siswa tidak hanya diajarkan mengambil template dari blog-blog yang ada. ’’Tapi, membuat desain sendiri dan bisa ditawarkan pada orang lain. Termasuk kontennya, ini mahal,’’ katanya.

Bekal keterampilan untuk siswa memang menjadi prioritas. Sebab, setelah lulus banyak siswa yang berorientasi kerja. Para lulusan, kata dia, setidaknya bisa memiliki usaha sampingan atau freelance dengan skill yang dimiliki. ’’Selain bekerja sendiri, bisa sambil freelance,’’ tuturnya.

Karena itu, mindset atau pola pikir yang disampaikan kepada siswa harus kuat. Persepsi tentang website pun harus disamakan. ’’Apa yang dikerjakan para siswa itu sebaiknya bisa terjual. Tidak sekadar belajar dan bisa, tapi juga harus bisa diaplikasikan dalam hidupnya,’’ jelasnya. Agar bisa berhasil dan berbeda, siswa harus belajar pemrograman web dan sebaiknya memiliki sense seni. ’’Supaya hasil website-nya juga tidak terlalu kaku,’’ tegasnya.

Asy, sapaan Asyharuddin, sebenarnya pernah kuliah di jurusan seni dan

keterampilan IKIP Surabaya. Dia lantas mengajar kriya tekstil cetak saring di SMKN 12. Namun, sebuah tuntutan baru datang menghampiri. ’’Kita diminta untuk mendirikan multimedia pada 2002/2003,’’ ungkapnya.

Cikal bakal untuk jurusan multimedia saat itu sudah ada di sekolah. Yakni, ada pembelajaran tentang web design. Para guru pun harus kembali belajar untuk mengisi kebutuhan guru multimedia. ’’Jadi, harus belajar, dapat beasiswa di ITS untuk belajar pemrograman IT-nya,’’ tuturnya.

Dari tuntutan itu, Asy semakin lama semakin menikmati. Dia memiliki keahlian baru sekaligus bisa mengajar dengan komputer dan berbasis IT. Bekal di bidang seni dikolaborasikan dengan multimedia. ’’Teknologi berpadu seni,’’ jelasnya.

Perpaduan antara teknologi dan seni itu sebenarnya punya nilai lebih tersendiri. Terutama pada hasil akhir produk situs yang dihasilkan. ’’Ada daya artistik dan tidak terlalu kaku,’’ ucapnya.

Namun, perpaduan itulah yang menjadi tantangannya. Asy perlu ikut masuk pada

karakter siswa. Terutama untuk mengajak mereka menyelami keindahan. Meski begitu, dia tidak memaksakan karakternya kepada siswa. ’’Siswa berkreasi sesuai karakternya sendiri,’’ paparnya.

Penataan warna, misalnya. Para siswa perlu tahu padu padan warna yang bagus dan tidak njomplang. Sebab, padu padan warna yang menarik menjadi bagian atau performance sebuah situs.

Belajar di dalam kelas kadang tidak benar-benar optimal. Karena itu, Asy dengan

tangan terbuka menerima berbagai konsultasi siswa di luar kelas. Sebab, belajar pemrograman web dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang tinggi. ’’Mereka akan bingung kalau cuma di dalam kelas, jadi bisa konsultasi ataupun sharing di luar kelas secara informal,’’ jelasnya.

Asy berharap para siswa bisa belajar dengan baik. Selain bermanfaat untuk diri sendiri, ilmu pengetahuan tentang multimedia bisa disampaikan atau dibagikan kepada orang lain. ’’Bisa tambah manfaatnya,’’ ucapnya.(

 

Sumber :

http://www.myfolio.com/danuaji