SMPN 51 Kabil Batam Gelar Rapat Bersama Orang Tua Calon Siswa yang tak Diterima

No comment

SMPN 51 Kabil Batam Gelar Rapat Bersama Orang Tua Calon Siswa yang tak Diterima

SMPN 51 Kabil Batam Gelar Rapat Bersama Orang Tua Calon Siswa yang tak Diterima

SMPN 51 Kabil Batam Gelar Rapat Bersama Orang Tua Calon Siswa yang tak Diterima

SMPN 51 Kabil mengundang rapat orang tua murid yang tidak diterima masuk

sekolah disekolah tersebut berdasarkan PPDB Zonasi tahun 2019.

Rapat dipimpin oleh kepala sekolah Harris didampingi ketua komite sekolah Abu Hanifah. Dalam pertemuan kepala sekolah ingin mencari solusi tentang anak yang tidak dapat tertampung tahun ini.

Sesuai kuota tahun 2019 SMPN 51 hanya dapat menampung 4 kelas dengan jumlah murid satu lokal 36 siswa. Sementara di SMPN 17 siswa yang dapat di tampung hanya 180 siswa.

Sementara dalam undangan rapat yang diadakan di gedung SMPN 51 pada hari

Rabu, (19/6/2019) siang hadir 150 orang tua murid yang tidak diterima.

Dalam rapat Harris menyampaikan permohonan maafnya karena sekolah tidak dapat menampung semua siswa, hal ini karena keterbatasan lokal di SMPN 51 Batam. Beliau berharap ada solusi dari Dinas Pendidikan mengingat bertambahnya kebutuhan lokal setiap tahun di wilayah Kabil.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komite SMP 51 Batam Abu Hanifah, beliau

hanya dapat memberi solusi bahwa 4 lokal yang di terima tahun ini dengan jumlah siswa 36 siswa akan di maksimalkan menjadi 44 siswa satu kelas.

Dengan demikian SMPN 51 masih dapat menampung sekitar 32 siswa. Hal ini

tentunya membuat sedikit menimbulkan ketegangan diantara orang tua murid yang hadir lebih kurang 150 orang.

Salah satu perwakilan orang tua siswa Herwin Saputra memberikan solusi yaitu untuk membuka sekolah baru di Kabil. Beliau mengatakan bahwa yang hadir dalam rapat hampir 100 persen dari Kavling Baru.
Dimana berdasarkan Zonasi tentunya anak-anak mereka tidak akan dapat sekolah di SMPN 51 apalagi SMPN 17. Sementara jumlah pendusuk terus bertambah di wilayah Kabil. “Jika tidak membangun saru sekolah lagi, maka setiap tahun akan terus bermasalah tentang PPDB tersebut,” jelasnya.

Solusi yang ditawarkan tersebut telah beliau bicarakan kepada pak Walikota Batam H. M Rudi SE dan anggota DPRD Batam Ruslan Ali Wasim. Tentang lahan di Kavling baru sudah ada dan sudah di hibahkan ke Dinas Pendidikan pada tahun 2015.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/2X9DJY5