Siswa Garut Juara di Kancah Asia Pasifik

No comment

Siswa Garut Juara di Kancah Asia Pasifik

Siswa Garut Juara di Kancah Asia Pasifik

Siswa Garut Juara di Kancah Asia Pasifik

Tim siswa kabupaten Garut menjadi juara II kompetisi karya teknologi infomrasi dan komunikasi (TIK) Tingkat Asia Pasific ICT Aliance (APTICA) Awards 2018. Diselenggarakan di Guanzhou China, Sabtu, 13 Oktober 2018, karya yang ditampilkan berupa aplikasi pemetaan pelajar kurang mampu yang dapat memudahkan masyarakat membantu siswa miskin.

Dilansir Pikiran Rakyat, tim tersebut terdiri atas empat siswa, yakni Adilla Rachmawati Pradana (SMAN 1 Garut), Rani Sandra (SMAN 1 Garut), Rafli Muhammad Ridwan (SMK Kehutanan Negeri Kadipaten) dan Fathir Agung Cahya (MTsN Garut).

Pembina tim dari Kabupaten Garut, Dewis Akbar mengatakan, penghargaan tersebut diraih atas inovasi yang disebut “Mere” atau Metakeun Rerencangan (Memetakan Teman). Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah pelajar dari keluarga miskin dipertemukan dengan donatur. Dalam aplikasi ini, donatur bisa melihat foto rumah siswa miskin hingga koordinat lokasi rumah dalam global positioning system (GPS).

“Selama ini data siswa miskin hanya berupa tabel. Dengan foto dan koordinat GPS,

dapat memudahkan pengecekan kesahihan data siswa miskin oleh calon donatur,” tutur Dewis.

Pemetaan siswa miskin akan dilakukan oleh teman sekelasnya sebagai bentuk pembiasaan penggunaan teknologi yang positif serta bermanfaat untuk orang lain. Diharapkan siswa miskin yang dibantu dapat menyelesaikan wajib belajar 9 tahun atau jenjang yang lebih tinggi.

Salah satu peserta, Adilla Rachmawati, ide membuat aplikasi pemetaan pelajar tercetus setahun lalu saat banjir bandang melanda Kabupaten Garut dan banyak dermawan yang perihatin tehadap kondisi tersebut.  Dari situ, Adilla dan kawan-kawan menyadari bahwa jiwa sosial masyarakat Indonesia dalam membantu sesama cukup tinggi. Maka, keempat pelajar tersebut tergerak untuk membuat aplikasi android untuk menyalurkan sumbangan bantuan kepada siswa miskin.

APICTA Awards dirancang untuk menstimulasi inovasi dan kreativitas di bidang TIK,

meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, serta menawarkan peluang mendapat partner bisnis melalui paparan karya peserta kepada para pemodal ventura dan investor. Ajang tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran pada komunitas dan membantu menutup kesenjangan digital.

APICTA 2018 diikuti oleh 23 tim yang berasal dari 15 negara, yakni Australia,

Bangladesh, Brunei, Cina, Taipei, Hong Kong, Indonesia, Macao, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Singapura, Sri Langka, Thailand dan Vietnam. ***

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-kesenian-reog-ponorogo/