Sidak UNBK dan USBN, Wabup Gresik Jamin Tak ada Kendala

No comment

Sidak UNBK dan USBN, Wabup Gresik Jamin Tak ada Kendala

Sidak UNBK dan USBN, Wabup Gresik Jamin Tak ada Kendala

Sidak UNBK dan USBN, Wabup Gresik Jamin Tak ada Kendala

Hari pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTS sederajad, dan ujian sekolah berstandar nasional (UBSN) tingkat SD/MI sederajad se-Kabupaten Gresik, dijamin tidak ada kendala.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) M.Qosim saat melakukan inspeksi mendadak, atau sidak di sejumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK dan USBN.

“Hari pertama hasil sidak di empat sekolah tidak ada kendala maupun persoalan. Baik itu berhubungan dengan komputer maupun persoalan teknis lainnya,” ujar Wabup M.Qosim saat melakukan sidak di SMPN 1 Gresik, Senin (22/04/2019).

Berdasarkan daftar rekapitulasi peserta dan lembaga ujian nasional SMP/MTS

sederajad Kabupaten Gresik tahun 2018/2019 totalnya mencapai 19.036 siswa. Adapun rinciannya, SMP negeri 7.026 siswa, SMP swasta 4.127 siswa. Sementara untuk MTS negeri 356 siswa, dan MTS swasta 7.527 siswa. Sedangkan jumlah lembaga yang menyelenggaraan ujian tersebut totalnya ada 247 lembaga baik SMP negeri, swasta, dan MTS.

Kondisi tersebut berbeda dengan USBN SD/MI sederajad. Pasalnya, hanya 370 SD negeri yang menggunakan komputer. Sedangkan SD swasta 55 sekolah. Sementara MI hanya 2 sekolah sisanya 358 sekolah menggunakan paperless. Ujian USBN SD/MI sederajad itu diikuti 21.172 siswa.

Banyaknya jumlah UNBK tersebut. Orang nomor dua di Gresik itu berharap semua

siswa SMP/MTS sederajad bisa mengerjakan ujian dengan baik. Kendati saat sidak bersama jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) belum ditemukan adanya gangguan.

“Kami berharap semua berjalan lancar. Sebab, baik pengawas dan proktor dilakukan dengan sistem silang,” ujarnya.

Kepala Dinas (Disdik) Gresik, Mahin menuturkan, pelaksanaan ujian SMP/MTS

sederajad sudah dilakukan berbasis komputer, dan tidak lagi menggunakan paperless.

“Di Gresik khusus SMP/MTS sederajada sudah menggunakan berbasis komputer,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Gresik, M.Nasim. Menurutnya, MTS sudah menggunakan komputerisasi seperti halnya sekolah SMP.

 

Sumber :

https://s.id/890cK