SEJARAH UMAT ISLAM MINORITAS DI KOREA SELATAN

SEJARAH UMAT ISLAM MINORITAS DI KOREA SELATAN

Sejarah Masuknya Islam di Korea Selatan.

Agama Islam pertama kali masuk ke semenanjung Korea pada abad ke-9 M masa Dinasti Silla melalui pedagang Muslim Arab dan Persia. Pada abad 13-14 M masa Dinasti Koryo, banyak Muslim yang datang ke Semenanjung Korea kemudian menetap secara permanen dan berasimilasi ke dalam masyarakat Korea. Namun pada abad ke-15 M masa Dinasti Joseon, agama Islam dan orang Muslim tidak bisa masuk karena pemerintah kerajaan mengeluarkan kebijakan melarang masuknya budaya asing (mengisolasi). Sejak itu kontak antara Korea dengan dunia Islam terputus.
Islam mulai dikenal kembali oleh orang Korea pada saat kedatangan pasukan tentara perdamaian Turki saat terjadi perang Korea tahun 1950-1953 M. Tahun 1950 M di bawah perintah PBB Turki mengirimkan sejumlah besar pasukannya untuk membantu Korea Selatan saat perang dengan Korea Utara. Bersama tentara Turki yang disertai seorang imam bernama Abdulghafur Kara Ismail, benih agama Islam perlahan mulai masuk dan berkembang melalui dakwah pasukan Turki yang menetap di sana. Dan Tentara yang terkenal sangat aktif dalam dakwah Islam ialah Zubair . Pasukan perdamaian Turki membantu orang Korea Selatan dalam bidang kemanusiaan, memberi makanan, membangun sekolah, dan mendakwahkan Islam ke penduduk Korea. Banyak orang Korea yang membangun hubungan dengan Tentara Turki, karena terkesan oleh gaya hidup Islam mereka, terutama ketika melihat gerakan sholat berjamaah, mendengarkan suara adzan dan bacaan al-Qur’an. Beberapa orang Korea akhirnya memeluk Islam dan menjadi unsur pertama komunitas Muslim yang segera tumbuh jumlahnya. Dalam bidang sosial tentara Turki juga membantu janda dan anak-anak korban peperangan.
Turki mengumpulkan dan membantu mereka, kemudian mendirikan sebuah sekolah bernama Ankara School. Aksi kemanusian ini menarik simpati dan menyentuh hati warga setempat akhirnya menimbulkan keharuan di masyarakat Korea. Beberapa orang Korea kemudian tertarik untuk mengenal agama tentara Turki, mereka bertanya dan belajar Islam hingga akhirnya bersyahadat masuk Islam (Muallaf). Ketika kontingen Turki meninggalkan Korea Selatan untuk pulang ke negerinya, orang-orang Muslim Korea Selatan pertama mulai berusaha menyebarkan Islam di kalangan rekan-rekannya, saudara dan tetangga. Jumlah Muslim Korea pertahunnya terus bertambah. Dan tahun 1955 M agama Islam diresmikan menjadi salah satu agama di Korea Selatan. Agama Islam kemudian berkembang tahun 1970-an melalui organisasi masyarakat Muslim Korea yaitu Korea Muslim Federation (KMF). Pada tahap awal organisasi ini melakukan dakwah Islam di Korea melalui pendidikan, media massa.
Pada abad ke-21 M, Korea Selatan mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang terutama teknologi, sehingga menjadi negara maju dan diakui dunia internasional. Hal tersebut menjadikan negara ini banyak dilirik para pekerja, wisatawan, dan mahasiswa dari berbagai negara. Selain menjadi pusat kecantikan dengan operasi plastik, pusatnya K-Pop, K-Drama, tempat produksi barang-barang otomotif dan elektronik dengan merek yang mendunia (seperti Samsung, LG, Hyundai, Deawo, dan KIA), Korea Selatan juga menjadi rumah bagi sekitar 200.000 Muslim. Yang menarik adalah 75.000 diantaranya adalah penduduk asli Korea yang terdiri dari para muallaf. Mereka ini terdiri dari guru besar (profesor), doktor, ahli hukum, ahli ekonomi, penguasa, pegawai negeri, tentara, mahasiswa, petani.


Sumber: https://pss-sleman.co.id/