Persaudaraan (Ukhwah)

Persaudaraan (Ukhwah)

Al-quran mengajarkan persaudaraan  sesame manusia dalam ekonomi yang dijelaskan dalam QS. 49:13 dalam Al-quran Ukhwah dikenal dengan istilah itsar, mereka lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri,  sekalipun mereka dalam kesulitan, ajaran ini tentu tidak ada dalam ajaran ekonomi konvensional, konsep persamaan manusia, menunjukkan Islam menolak pengklasifikasian, implikasi doktrin ini ialah bahwa antara manusia terjalin persaudaraan dalam kegiatan ekonomi, seperti Syirkah, qiradh dan mudharabah (profit and lost sharing) yang diterapkan pada lembaga-lembaga bank syari’ah saat ini, hal ini berbeda dengan bank konvensional yang hanya didasarkan atas bunga dan hanya mementingkan profit orientet. Dalam konsep persaudaraan sebiah perjuangan hidup tidak hanya untuk memenuhi kepentingan dan kepuasan individu, melainkan juga berkorban dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan.

6)         Kerja dan produktifitas

Maksudnya adalah seorang muslim dilarang memiliki sifat malas dalam berusaha mencapai sesuatu dalam hal ini seorang muslimdituntut berusaha keras mencari rezeki-Nya untuk mencukupi kehidupan dengan jalan dan niat yang baik.

7)         Bekerja adalah hak setiap orang dan sekaligus sebagai kewajiban.

Dalam ekonomi perspektif kerja adalah untuk mencapai tiga sasaran yaitu, mencukupi kebutuhan hidup, mencapai laba yang wajar, dan menciptakan lingkungan yang makmur, hal tersebut harus terjamin dengan harmonis, jika ada sengketa maka Islam menyelesaikanya dengan cara yang baik yakni adanya sisi tawar-menawar.

8)         Kepemilikan

Dalam ekonomi konvensional yang menganut asas laissez faire hak pemilikan perorangan adalah absolut tanpa batas (milik manusia itu sendiri), terjaminnya kebebasan memasuki segala macam kegiatan ekonomi dan transaksi menurut persaingan bebas, sedang dalam marxisme, hak memiliki hanya untuk kaum proleter yang diwakili oleh pemimpin dictator, pendapatan dan distribusi kolektif adalah ajaran utamanya, manusia bebas menentukan cara mendapatkannya dan bersaing secara bebas tanpa mempertimbangkan halal dan haram, hal ini bertentangan dengan konsep tauhid ekonomi Islam yang menempatkan manusia hanya hanya memiliki hak relative sebagai pemegang amanah dari Allah hak pemilik hakiki, hal ini dijelaskan dalam firman-Nya, QS.23:33.

Sumber :

https://hopalleybrew.com/indosat-ajak-generasi-muda-bijak-gunakan-internet/