Penyiapan Tujuan Instruksional

No comment

Penyiapan Tujuan Instruksional

Penyiapan Tujuan Instruksional

Penyiapan Tujuan Instruksional

Macam-macam Tujuan Pendidikan

Menurut Grondlond (1985) tujuan pendidikan merupakan saringan dan pernyatan kehendak dari beberapa pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah, lembaga atau yayasan, anak-anak dan orag tua, serta para stakeholder yang berkepetingan. Tujuan secara garis besar dapat dibedakan dari yang bersifat kebijakan, atau umum sampai tujuan instruksional khusus, yaitu tujuan pendidikan, tujauan  instruksional umum, tujuan  instruksional khusus, dan penampilan siswa (Sukardi, 2008).

 

Menurut Sukardi (2008: 71-72)

macam-macam tujuan yang sering ditemui dalam kaitannya denan proses belejar diuraikan seperti berikut:

Tujuan pendidikan disebut juga aims atau educational goal merupakan tujuan pendidikan yang dinyatakan secara luas, dan merupakan kerja dalam kerangka jangka panjang. Tujuan ini digunakan dalam tingkat kebijakan dan perencanaan program yang masih memiliki cangkupan yang luas.

 

Tujuan instruksional umum merupakan

tujuan yang dinyatakan dalam batasan umum dan guna mengarahkan keberadaan tujuan belajar yang lebih spesifik. Tujuan umum ini memerikann guru arahan, misalna dalam macam-macam metode, dan cara evaluasi yang tepat, agar tujuan belajar yang lebih spesifik dapat dikembangkan.

Tujuan instruksional khusus merupakan tujuan dalam proses belajar mengajar yang dinyatakan dalam tingkat operaasional , dengan beerapa indicator ketercapaian, seperti spesifik, dapat diobservasi, dan dapat diukur keberhasilannya. Tujuan ini erupakan tujuan yang sudah dalam tataran realitas dan berkaitaan erat dengan kegiatan belajar dan perilaku khusus yang diinginkan guru didalam kelas. Dengan penguasaan tujuan instrusional khusus ini, siswa ang menguasai akan memiliki perbedaan dalam perilaku dengan siswa yang belum menguasai.

Sedangkan Menurut Arikunto (1997)

macam-macam tujuan pendidikan dijabarkan sebagai berikut:

1)      Tujuan Nasional

Cita-cita bangsa Indonesia adalah terbentuknya manusia pancasila bagi seluruh warga negaranya. Tujuan pendidikannya telah disejajarkan dengan cita-cita tersebut. Semua institusi atau lembaga pendidikan harus mengarahkan segala kegiatan di sekolahnya bagi pencapaian tujuan itu. Inilah yang disebut sebagai tujuan umum pendidikan atau tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian maka tujuan pendidikan nasional memiliki fungsi sebagai frame of reference untuk selanjutnya dijabarkan menjadi tujuan instruksional.

2)      Tujuan Institusional

Tujuan institusional tujuan dari masing-masing institusi atau lembaga. Misalnya, tujuan Sekolah dasar, Tujuan Sekolah Menengah Pertama, tujuan Sekolah Pendiidkan Guru, dsb.

3)      Tujuan Kurikuler

Tujuan kurikuler adalah tujuan masing-masing bidang studi. Misalnya, tujuan pelajaran pendidikan agama, tujuan pelajaran matematika, tujuan pelajaran IPA dan sebagainya, yang akan berbeda dari satu bidang studi kebidang studi lain, dan juga dari tingkat institusi ketingkat institusi lain.

4)      Tujuan Instruksional

Tujuan instruksional yaitu tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki leh siswa sebagai akibat dari hasil pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku (behavior) yang dapat diamati dan diukur.

Tujuan instruksional merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan dalam sistem pendidikan, secara nasional tujuan pendidikan tercantum dalam pembukaan Undang undang dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Gambaran tentang ciri ciri kedewasaan yang perlu dikembangkan pada anak didik dapat ditemukan dalam penentuan perumusan mengenai tujuan pendidikan, baik pada taraf nasional maupun taraf pengelolaan institusi pendidikan. Perumusan suatu tujuan pendidikan yang menetapkan hasil yang harus diperoleh siswa selama belajar, dijabarkan atas pengetahuan dan pemahaman, keterampilan, sikap dan nilai yang telah menjadi milik siswa. Adanya tujuan tertentu memberikan arah pada usaha para pengelola pendidikan dalam berbagai taraf pelaksanaan. Dengan demikian usaha mereka menjadi tidak sia sia karena bekerja secara profesional dengan berpedoman pada patokan yang jelas. Berkaitan dengan penentuan tujuan pendidikan perlu dibedakan antara pengelolaan pendidikan pada taraf:

  1. Organisasi makro : sistem pendidikan sekolah pada taraf nasional, dengan penjabarannya dalam jenjang jenjang dan jenis jenis pendidikan sekola, yang semuanya harus menuju ke pencapaian tujuan pendidikan nasional sesuai dengan progam pendidikan masing masing
  2. Organisasi meso : pengaturan progam pendidikan di sekolah tertentu sesuai dengan ciri ciri khas jenjang tertentu dan jenis pendidikan yang di kelola sekolah itu
  3. Organisasi mikro : perencanaan dan pelaksanaan suatu proses belajar mengajar tertentu di dalam kelas yang diperuntukkan kelompok siswa tertentu (Winkel W.S, 2007)

Tujuan instruksional ternyata masuk ke dalam organisasi mikro karena mencakup kesatuan bidang studi tertentu yang menjadi pokok bahasan seperti tercantum pada bagan hubungan hierarkis antara berbagai tujuan pendidikan sekolah, taraf organisasi pendidikan sekolah dan taraf pengelolaan pendidikan sekolah

Sumber  : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/jam-tangan-pria/