Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Hayati

No comment

Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Hayati

Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Hayati

Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Hayati

Teori Kepunahan Mahluk Hidup

Proses seleksi alam merupakan konsep yang dapat menjelaskan terjadinya proses kepunahan mahluk hidup. Mahluk hidup akan punah apabila tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya. Menurut Karl (1991); Lawrence (1991) ada tujuh faktor yang mempengaruhi sensitifitas mahluk hidup terhadap kepunahan yaitu:

  1. Kelangkaan: Spesies disebut langka apabila hanya ditemukan pada area tertentu atau tersebar, tetapi dalam jumlah individu yang sedikit. Spesies langka tergantung pada faktor geografis, habitat khusus dan ukuran populasi.
  2. Kemampuan migrasi: Spesies yang tidak mempunyai kemampuan migrasi mempunyai sensitifitas yang tinggi dibandingkan spesies yang bisa migrasi terhadap kepunahan. Spesies yang dapat migrasi dapat menghindari dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
  3. Derajat spesialisasi: Spesies yang mempunyai derajat spesialisasi lebih tinggi sangat sensitif terhadap kepunahan dibandingkan dengan spesies yang mempunyai derajat lebih rendah. Contoh spesies yang mempunyai derajat spesialisasi tinggi adalah Beruang Panda. Hewan ini hanya memakan satu jenis daun bamboo, sehingga kalau terjadi kelangkaan bahan makanan ini dapat mempengaruhi kelestarian beruang panda.
  4. Variabilitas populasi: Populasi spesies yang relatif stabil akan lebih adaptif dibandingkan spesies yang populasinya fluktuatif terhadap perubahan lingkungan.
  5. Tingkatan trophik: Mahluk hidup didalam ekosistem berdasarkan jaringjaring makanan berada pada tingkat berbeda. Tingkatan tropik paling bawah adalah produsen, tingkatan kedua adalah herbivora dan tingkatan selanjutnya adalah karnivora. Tingkatan paling bawah mempunyai populasi lebih besar dibandingkan tingkat diatasnya. Berdasarkan ukuran populasi sensitifitas tingkat tropik paling atas relatif lebih sensitif terhadap kepunahan.
  6. Lama hidup: Spesies yang mempunyai waktu hidup lebih pendek lebih sensitif terhadap kepunahan dibandingkan dengan spesies yang mempunyai waktu hidup lebih panjang.
  7. Kecepatan penambahan populasi: Sensitifitas terhadap kepunahan tergantung dari kemampuan reproduksi spesies. Spesies yang mempunyai kemampuan reproduksi tinggi (kecepatan pertumbuhan populasi tinggi) akan lebih adaptif dibandingkan dengan spesies yang kemampuan reproduktifnya lebih rendah.

Penyebab terjadi kepunahan mahluk hidup dapat dikategorikan secara langsung atau tidak langsung. Penyebab langsung adalah perubahan yang terjadi dapat langsung menyebabkan kematian mahluk hidup, sedangkan penyebab tidak langsung adalah perubahan yang terjadi menyebabkan terjadinya perubahan faktorlain yang menyebabkan kematian mahluk hidup.

Ada empat faktor penyebab yang mengancam kehidupan spesies (Stiling.P.D, 1992) yaitu:

  1. Hilangnya atau modifikasi habitat: Penyebab terjadinya hilang atau modifikasi habitat disebabkan oleh aktifitas manusia antara lain, perubahan lahan menjadi lahan pertanian atau perumahan pencemaran dan polusi.
  2. Over eksploitasi: Contoh terjadinya eksploitasi antara lain budaya berburu, penjualan kayu dan perdagangan hewan.
  3. Eksotik spesies: Introduksi spesies pada habitat suatu spesies dapat menyebabkan terjadinya kompetisi.
  4. Penyakit: Penyakit endemik atau eksotik dapat menyebabkan kematian massal spesies.

Hubungan Iklim dan Ekosistem

Ekosistem adalah suatu kesatuan faktor biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Sesuai dengan definisi diatas iklim yang merupakan faktor abiotik akan mempengaruhi faktor biotik (mahluk hidup). Menurut Smith (2000) Iklim hampir mempengaruhi semua aspek ekosistem antara lain respon fisiologi dan perilaku mahluk hidup, kelahiran, kematian dan pertumbuhan populasi, kemampuan kompetisi spesies, struktur komunitas, produktivitas dan siklus nutirisi.

Dalam buku Element of Ecology yang ditulis Robert Smith dan Thomas Smith, dijelaskan suatu penelitian seorang botanist yang membagi vegetasi dibumi ini menjadi 5 (lima) formasi tumbuhan yaitu padang pasir, padang rumput, konifera, temperate dan hutan tropis. Pada saat yang sama penelitian juga dilakukan oleh peneliti geografi tumbuhan dan geografi hewan. Dari hasil penelitiannya ternyata formasi vegetasi tumbuhan ada korelasi antara iklim dengan vegetasi, setiap vegetasi mempunyai karakteristik iklim tertentu, akan tetapi berbanding terbalik dengan hewan tidak ada korelasi antara iklim dengan penyebaran populasi hewan.

Ada pandangan lain yaitu V.E.Shelford (Smith dan Smith, 2000) menyatakan bahwa tumbuhan dan hewan merupakan satu kesatuan yang disebut dengan bioma, dimana hewan dan tumbuhan saling bergantung dalam ekosistemnya. Berdasarkan penelitian beliau bahwa penyebaran bioma berkorelasi dengan iklim lingkungannya.

 

Degradasi Keanekaragaman Hayati dan Penyebabnya

Keanekaragaman hayati sering diartikan dengan kekayaan jenis spesies mahluk hidup pada suatu daerah. Biodiversitas diukur dalam berupa indeks, metode pengukurannyapun bermacam-macam karena setiap indeks mempunyai asumsi yang berbeda. Seiring dengan isu perubahan iklim, degradasi biodeversitas merupakan suatu wacana yang sering diasumsikan merupakan dampak akibat perubahan iklim.

 

Populasi manusia dan penurunan keanekaragaman hayati

Salah satu faktor yang sering dijadikan isu penyebab terjadinya penurunan keanekaragaman hayati adalah pertambahan populasi manusia. Dampak dari jumlah populasimanusia menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan makanan, tempat tinggal dan sandang.

 

Faktor penyebab kepunahan spesies

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadi kepunahan spesies. Yang sering menjadi fokus penyebab kepunahan spesies adalah berubahnya habitat mahluk hidup yang dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti konversi lahan atau perubahan faktor lingkungan. Dari hasil pengamatan World Conservation Monitoring Center menunjukan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepunahan spesies. Faktor tersebut adalah hilangnya atau berubahnya habitat, eksploitasi, masuknya spesies baru dan lain-lain. Faktor pengaruh berubahnya atau hilangnya habitat akibat dari pengaruh iklim dan alam termasuk kategori lain-lain. Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh iklim terhadap kepunahan spesies antara lebih kecil dari 15%.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/