PENERAPAN STRATEGI

PENERAPAN STRATEGI

PENERAPAN STRATEGIPENERAPAN STRATEGI

Perusahaan-perusahaan mengevaluasi kekuatan dan kelemahanya sebagaimana peluang dan tantangan dari lingkunganya. Kemudian mereka memposisikan diri mereka sendiri melalui keputusan-keputusan mereka untuk memiliki keunggulan bersaing. Gagasanya adalah untuk memaksimalkan peluang dan meminimalkan tantangan.

Mengidentifikasi Tugas-tugas Penting

          Karena tidak ada perusahaan yang melakukan segalanya dengan baik, penerapan strategi yang berhasil membutuhkan identifikasi tugas-tugas penting untuk mencapai sukses. Tugas-tugas penting perlu diseleksi tidak hanya untuk mencapai misi, tetapi juga mempertimbangkan kekuatan internal perusahaan. Sebagian besar perusahaan mengembangkan kompetensi unik yang membuat mereka mampu bersaing dengan sukses dan mencapai posisinya saat ini. Bahkan perusahaan-perusahaan baru biasanya memulai karena merasa yakin bahwa mereka dapat memberikan kemampuan unik pada organisasi. Portermenyebut kemampuan unik ini, kompetensi yang berbeda (Distinctive Competencies). Suatu organisasi biasanya membuat dan memperluas penemuan kompetensi uniknya menjadi aset untuk menciptakan keunggulan bersaing.

  1. Membangun dan Mengisi Organisasi

          Tugas manajer operasi adalah proses tiga tahap. Sekali strategi dikembangkan, tahap kedua adalah mengelompokkan aktivitas kedalam struktur organisasi. Tahap ketiga adalah mengisinya dengan personel yang akan melaksanakan pekerjaan. Manajer bekerja sama dengan para bawahannya untuk menyusun rencana, anggaran, dan program yang akan menerapkan strategi untuk mencapai misi dengan sukses.

                      Manajer operasi memberikan sarana yang mengubah input menjadi output. Transformasi mungkin dalam bentuk penyimpanan, transportasi, manufaktur, penyebaran, informasi, dan pemanfaatan produk dan jasa. Tugas manajer operasi adalah menerapkan strategi MO yang akan meningkatkan produktivitas sistem transformasi dan memberikan keunggulan bersaing. Untuk menjamin kontribusi MO maksimum terhadap organisasi, deparetemen operasi perlu memfokuskan diri pada tugas-tugas penting yang dianggap kritis bagi keberhasilanya.

Riset

            Wawasan strategi bisa diperoleh dari Strategic Planning Institute. Hal ini sebagai ukuran  keberhasilan program pengaruh laba dan strategi pasar (Profit Impact of Market Strategy, PIMS) mampu mengidentifikasi beberapa karakteristik dari  perusahaan yang memiliki  pengembalian investasi (Return On Investment, ROI) yang tinggi. Diantara karakteristik yang  mempengaruhi keputusan MO strategic adalah :

1)      Mutu produk yang tinggi ( relative terhadap persaingan)

2)      Pemanfaatan kapasitas yang tinggi.

3)       Efektifitas operasi yang tinggi (rasio produktivitas pekerjaan yang diha rapkan terhadap aktualisasinya).

4)      Intensitas investasi yang rendah (jumlah modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan dalam pejualan).

5)      Biaya langsung per unit yang rendah ( relative terhadap persaingan).

Prakondisi

                        Manajer operasi perlu memahami prakondisi berikut ini untuk mengembangkan strategi MO yang efektif.  :

1)      Lingkungan sekarang dan yang sedang berubah, yaitu kondisi ekonomi dan teknologi dimana perusahaan berusaha menetapkan strateginya.

2)      Permintaan kompetitif, yang menuntut manajer operasi mengidentifikasi para pesaing sekaligus kekuatan dan kelemahan mereka sendiri.

3)      Mengetahui strategi persaingan, sehingga fungsi operasi bisa dirancang dan diterapkan untuk mendukung strategi.

4)       Daur-hidup produk, yang menunjuk akan seperti apa strategi operasi nanti. Manajer operasi harus mengidentifikasi posisi setiap produk dalam daur-hidup produknya.

  1. Dinamika

                        Strategi berubah karena dua alasan, pertama strategi bersifat dinamis karena perubahan dalam organisasi. Semua bidang dalam perusahaan bisa berubah, perubahn strategi terjadi dalam berbagai bidang termasuk pembelian, keuangan, teknologi dan usia produk. Kedua, strategi adalah dinamis karena perubahan dalam lingkungan.

Sumber: https://gurupendidikan.org/