Manusia Prasejarah Indonesia

No comment

Manusia Prasejarah Indonesia

Perlu diketahui bahwa sejarah adalah pengetahuan yang mempelajari / membahas berkenaan kehidupan manusia terhadap era lampau. Obyek kajian didalam prasejarah adalah kehidupan manusia era lampau; yakni kehidupan manusia sebelum tersedia bukti-bukti tertera / tulisan. Kajian sejarah merupakan upaya membahas kehidupan manusia sejak adanya manusia terhadap era itu sampai dengan, sehabis ditemukan bukti-bukti tertulis, jadi bersama dengan kajian berkenaan kehidupan manusia di era prasejarah diawali bersama dengan perbahasan berkenaan asal-usul adanya Manusia Prasejarah Indonesia

Terkait asal-usul manusia terkandung pandangan-pandangan agamis yang berpikiran manusia pertama kali tempati bumi adalah Adam & Hawa (Islam & Nasrani). Sedangkan menurut keyakinan orang India manusia pertama yang tempati bumi adalah Manu. Berkaitan berkenaan asal-usul tersebut manusia saat ini mengenal dua teori berkenaan asal-usul manusia; yakni materialistis, & teori dualisme, menurut pengetahuan pengetahuan manusia adalah merupakan hasil dari evolusi makhluk hidup. Menurut teori material, manusia berasal dari makhluk tingkatan yang rendah sebagaimana di teorikan Charles Darwin. Berdasarkan pandangan tersebut manusia adalah merupakan hasil evolusi dari makhluk hidup, yang mempunyai tingkatan yang rendah, & tetap mengalami perkembangan secara perlahan yang selanjutnya jadi manusia; bahkan secara ekstrim manusia itu berasal dari kera.

Menurut teori Dualisme manusia & keran adalah sama-sama jenis primat yang masing-masing berasal dari benih kehidupan yang berbeda;yaitu manusia berasal dari benih manusia & kera berasal dari benih kera. Jadi berasal dari dua benih kehidupan yang berbeda, dimana masing-masing mengalami perkembangan bentuk dari awal mulanya sampai jadi dewasa. Menurut teori dualisme bahwa jiwa manusia itu tersedia tempatnya sendiri & tidak tersedia hubungannya bersama dengan alam hewani /dunia binatang. Suatu perihal yang dapat di pastikan bahwa manusia adalah suatu penambahan yang terakhir & yang termuda dari alam ciptaan.

Manusia indonesia yang menghuni sampai saat ini, belum dapat diketahui secara tentu asal-usulnya. Berdasarkan cirinya dapat kami golongkan manusia prasejarah ke didalam 2 golongan ;yaitu manusia purba & manusia dewasa ini. Manusia purba adalah jenis manusia yang belum diketahui mula-mulanya / asal-usulnya, yang tempati bumi indonesia sebelum bangsa-bangsa lain. Manusia purba ini digolongkan bersama dengan nama; meghanthropus, palaeojavanicus, pithecanthropus erectus, homo wajakensis, homo soloensis, & homo mojokertensis. Sedangkan untuk manusia dewasa ini yang tergolong sebagai nenek moyang kami yakni homo sapiens yang berada di indonesia sehabis masa-masa manusia purba. Dan di perkirakan dari daerah Hindhia belakang / tepatnya berasal dari daerah yunan utara, perihal tersebut karena di serang bangsa bar-bar dari daerah asia tengah, yang membawa dampak mereka melacak daerah lain / pindah. Daerah yang dituju yakni kearah selatan & timur. Perpindahan keselatan sampai kekepulauan indonesia & ketimur sampai kedaerah-daerah pasifik layaknya polinesia, mikronesia, & malanesia, dan juga pulau lainya & disekitarnya. Di daerah yang mereka tempati, disana mereka mengembangkan budayanya, & disamping itu mereka termasuk berkontak bersama dengan masyarakat aslinya, yang telah tersedia sebelumnya. Di sana mereka bercampur & tersedia yang saling berebut kekuasaan. Mereka bercampur bersama dengan masyarakat setempat dan melahirkan keturunan baru, yang kami kenal sebagai nenek moyang bangsa indonesia saat ini. Mereka yang berebut kekuasaan dimenangkan oleh pendatang supaya masyarakat asli meloloskan diri / tukar ke pelosok / pedalaman & hidup terisolir yang sisa-sisanya tetap tersedia sampai saat ini, dan kami jumpai sebagai suku terasing.
Manusia prasejarah dapat kami ketahui melalui hasil budaya maupun hasil terhadap era itu yang di tinggalkan sampai sekarang kepada kita. Pada umumnya yang kami temukan bersifat peninggalan dari susunan bebatuan tertentu. Dan umumnya peninggalan bebatuan tersebut telah jadi fosil. Fosil tersebut dijadikan bukti yang dipakai / sebagai panduan maupun pedoman untuk mengetahui / mempelajari /mengetahui latar belakang yang berkembang saat itu. Fosil yang digunakan untuk mengutarakan latar belakang disebut fosil Leit-Fosil, & untuk mengutarakan usia susunan digunakanlah pengetahuan geologi dan juga pengetahuan kimia. Degan bantuan pengetahuan tersebut dapat diperoleh info usia fosil berdasarkan usia susunan bebatuan, dan bersama dengan bantuan pengetahuan kimia dapat diperoleh info berkenaan lama terjadinya sistem kimiawi dari organisma (manusia) sampai jadi fosil.

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :