Manusia Menempati Permukaan Bumi

No comment

Manusia Menempati Permukaan Bumi

Manusia mendiami anggota terluar bumi yang disebut permukaan bumi. Proses pembentukan permukaan bumi ini lebih jelasnya; sebab pada lapisan luar bumi ini, berlangsung gerakan indogen & eksogen yang menyebabkan permukaan bumi terbentuk, & kemudian anggota luar bumi terbentuklah lapisan-lapisan kerak bumi. Dengan perlindungan pengetahuan lain, seperti pengetahuan batu-batuan ( geologi ) kami bisa mengetahui / memperkirakan umur dari tiap-tiap lapisan bumi, sekaligus mengetahui kehidupan pada kala itu. Dalam pengetahuan geologi, sejak terjadinya bumi hingga kala ini terdapat pembabakan cocok masa tertentu. Dalam pembabakan Sukmono (1973) adalah sebagai berikut;

1).Archaekum (jaman tertua);berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun. Keadaan bumi kala itu masih panas agar belum ada kehidupan / tanda-tanda terdapatnya kehidupan. Namun pada akhir masa ini merasa muncul kehidupan sedikit demi sedikit.
2).Palaeozoikum (jaman hidup tua) / masa primair (jaman pertama); berlansung kira-kira 340 juta tahun. Pada masa ini merasa ada tanda-tanda kehidupan; dari style binatang-binatang terkecil yang tidak memiliki tulang punggung hingga style ikan,& permulaan reptil & amphibi.
3).Mesozoikum (jaman hidup pertengahan) / disebut masa hidup ke dua (secundair); yang berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Di masa ini kehidupan berkembang pesat dari jumlah style ikan maupun reptil & amphibi tambah banyak. Pada pertengahan masa ini ada perubahan wujud daria bangsa reptil yang secara luar biasa jadi besar. Bekas-bekas maupun bukti-bukti bisa kami jumpai di lebih dari satu belahan bumi ini. Dinousaurus memiliki panjang hingga 12 meter; sedang Atlantosaurus yang sisa-sisanya diketemukan di Amerika memiliki panjang lebih 30 meter.
4).Neozoikum / Kainozoikum (jaman hidup baru); yang berlangsung sejak kira-kira 60 juta th. yang lantas hingga kini. Jaman ini bisa dibagi dalam masa tertiair (jaman ketiga) & Quartair (jaman keempat). Pada masa ketiga ini, merasa binatang-binatang menyusui sedang reptil lambat laun merasa mengalami kepunahan & style primat pada masa ini merasa nampak. Spesies / style kera sudah banyak & style kera yang menyerupai manusia sudah banyak pada akhir masa ini. Jaman keempat adalah masa paling akhir yang masih berlangsung hingga kini. Di masa ini merasa ada manusia, & bukti-bukti sudah cukup ditemukan untuk mengambil keputusan dengan pasti. Jaman keempat dimulai kira-kira 600.000 th. yang lalu; yang terbagi kedalam masa dilluvium (Pleistocen) dan Alluvium (Holocen).

Di masa Dilluvium suhu udara dipermukaan bumi tidak tetap; kadang naik & kadang turun. Saat suhu udara turun, maka es di ke dua kutup mengalami perluasaan hingga tempat eropa utara, asia utara, & amerika utara tertutup salju / es. Menurunnya suhu udara menyebabkan perluasan lokasi es & menyebabkan permukaan air laut mengalami penurunan. Lautan yang dangkal beralih jadi daratan / daratan rendah. Karena meluasnya lokasi es, maka masa ini disebut masa es / glasial. Namun disaat suhu udara mengalami peninggkatan / naik, maka menyebabkan banyak es yang mencair & menyebabkan air laut jadi naik. Hal ini menyebabkan daratan terendam air, & jadi lokasi perairan, sebab hal berikut masa ini disebut masa interglasial. Suhu udara yang berubah-ubah menyebabkan masa glasial / es dengan interglasial pada masa dillivium itu silih berganti. Karena perubahan berikut menyebabkan perubahan iklim dipermukaan bumi. Hal berikut mempengaruhi situasi tanah dan juga kehidupan yang ada di permukaan bumi. Indonesia termasuk dipengaruhi perubahan-perubahan itu.
Jaman Alluvium berlangsung kira-kira kira-kira 20.000 th. sebelum Masehi hingga hingga saat ini & berlangsung terus. Di masa ini suhu relatif lebih stabil, agar permukaan bumi stabil juga. Di masa ini benar-benar sudah ada nenek moyang manusia & style manusia yang berkembang yaitu style Homo Sapiens (manusia cerdas).

Baca Juga :