Lakukan 5 Tips Mendidik Anak agar Tidak Manja

No comment

Lakukan 5 Tips Mendidik Anak agar Tidak Manja – Salah satu tips mendidik anak adalah mengajarkan si Kecil buat bisa mandiri sejak dini. Sayangnya, tujuan ini akan sulit dicapai bila orang tua terlalu memanjakan anaknya. Setiap orang tua tentu ingin membuat anaknya senang . Tetapi, terkadang hal ini malah sebagai bumerang.

Saking seringnya berusaha menciptakan anak senang , orang tua menjadi berlebihan & tanpa sadar membuat si Kecil sebagai sosok yg manja. Padahal, sifat manja ini dapat menimbulkan impak tidak baik bagi perkembangan anak kelak.

Banyak orang tua nir menyadari perlu ada batasan dalam menaruh kenyamanan pada buah hatinya. Anak yg terlalu terbiasa dalam syarat nyaman cenderung sebagai manja dan nir sanggup mandiri. Bukan berarti orangtua wajib bersikap keras & perhitungan pada anak.

Namun, menjadi orang tua juga bertanggung jawab mendidik si Kecil supaya dapat menghadapi kesulitan, memecahkan perkara, dan kelak mengurus dirinya. Tips mendidik anak yang perlu diingat: memberikan kebahagiaan kepada anak sama pentingnya dengan memberikan tantangan untuk beliau hadapi.

Yuk, simak tips mendidik anak supaya nir tumbuh menjadi sosok yg manja:

Konsisten dengan apa yang diucapkan

Salah satu faktor yg bisa membuat anak cenderung manja adalah karena orang tua tidak konsisten dengan perkataannya. Misalnya, saat anak meminta sesuatu, lalu Mam bilang tidak, kemungkinan akbar dia akan merengek & memaksa Mam buat memenuhi keinginannya. Kejadian seperti ini biasanya memaksa orang tua untuk kemudian menuruti kemauan anaknya.

Perubahan perilaku & ucapan yg orangtua tunjukkan akan diingat terus sang si Kecil. Ia pun berkesimpulan bahwa, apabila dia merengek atau memaksa, orangtua akan memenuhi keinginannya. Apabila orangtua tidak membarui sikap seperti ini, si Kecil bisa bertumbuh menjadi anak yang manja, selalu ingin kemauannya dituruti, dan tidak sanggup mendapat penolakan.

Tidak selalu membantu

Mam harus dapat mengidentifikasi mana kegiatan anak yg perlu dibantu, & mana yang mampu dia lakukan sendiri. Misalnya, berikan kebebasan pada si Kecil untuk makan sendiri, memilih baju sendiri, & membereskan mainan sendiri. Orangtua bisa menaruh donasi dalam aktivitas yg memang perlu keterlibatan orang dewasa, seperti memotongkan kertas, mengambilkan makanan, mempersiapkan alat-alat sekolah si Kecil, & sebagainya.

Tidak boleh berbohong

Tekankan pentingnya mengungkapkan dan bersikap jujur dalam si Kecil. Ini penting bukan hanya untuk mencegah si Kecil menjadi manja, tetapi jua buat masa depannya. Ajari si Kecil supaya berani bersikap terbuka mengenai perasaannya atau masalah yang ia hadapi.

Berikan penjelasan yang jelas

Ketika permintaan anak nir dituruti sang orang tuanya, beliau akan merasa menangis, murka , & kesal. Orangtua mungkin akan terenyuh dan tidak tega melihat si Kecil merasa sedih misalnya itu. Tetapi, bukan berarti lantas orangtua bisa mengganti sikap dan menuruti kemauan anak. Itu bukanlah langkah yg bijak. orangtua wajib permanen konsisten menggunakan ucapan & keputusan yg telah diutarakan.

Untuk membantu si Kecil mengatasi kesedihannya, orangtua dapat menyampaikan alasan mengapa menolak menuruti kemauannya secara lembut dan jelas, hingga dia mengerti dan damai. Hindari memberi penolakan atau larangan kepada anak tanpa penjelasan apa pun. Ini hanya akan membuat anak tidak puas dan semakin memaksa. Komunikasi 2 arah adalah solusi terbaik untuk memberi pengertian kepada anak, alih-alih bersikap otoriter.

Memberi relatif perhatian

Perhatian yang relatif menurut orang tua akan membuat anak senang dan nyaman. Perhatian pada sini maksudnya bukan sekadar menaruh materi atau barang-barang selera anak. Lebih jauh lagi, perhatian yg dapat turut menciptakan karakter berdikari anak merupakan kepedulian orang tua terhadap perasaan dan aktivitas si Kecil.

Misalnya, orangtua sering menemani si Kecil belajar. Duduk di dekatnya & membantunya menuntaskan PR dapat berdampak sangat positif, lho. Ia bisa jadi lebih semangat belajar dan bila mengalami kesulitan bisa langsung bertanya pada orangtua. Selain itu, Mam bisa menciptakan kedekatan emosional menggunakan mendorong si Kecil buat mengungkapkan perasaan apa pun yg ia rasakan. Dengan menunjukkan rasa empati, si Kecil akan merasa damai dan diperhatikan.

Berikan kebanggaan

Saat si Kecil menerangkan konduite yg baik atau menuruti petuah orang tua, tidak terdapat salahnya menaruh pujian. Dengan begitu, dia akan termotivasi untuk mengulangi tindakan positif tersebut. Ia pula akan merasakan wujud kasih sayang dan perhatian berdasarkan kebanggaan yg diberikan sang orang tuanya.

Sebaliknya, jika si Kecil melakukan kesalahan, orangtua perlu menegurnya dan menekankan pentingnya untuk tidak mengulangi kesalahan itu pulang. Konsistensi ini akan membuat si Kecil semakin paham membedakan tindakan mana yang boleh & nir boleh dia lakukan.

Sumber: sekolahan.co.id/