Kisah SMK Musaba dan Visi Pendidikan Vokasi Kita

No comment

Kisah SMK Musaba dan Visi Pendidikan Vokasi Kita

Kisah SMK Musaba dan Visi Pendidikan Vokasi Kita

Kisah SMK Musaba dan Visi Pendidikan Vokasi Kita

Revitalisasi pendidikan vokasi SMK telah gencar dilakukan Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan dalam tiga tahun terakhir. Secara teknis, program revitalisasi pendidikan vokasional akan dilakukan oleh Kemdikbud dengan merevitalisasi sebanyak 569 SMK.

Rinciannya, 300 SMK revitalisasi utama dan 269 SMK yang disentuh dengan program revitalisasi lainnya. Selain itu, 3.000 SMK yang akan mendapatkan program pengembangan pendidikan vokasi lainnya.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam revitalisasi SMK ini adalah ketersediaan

dukungan anggaran yang memadai. Dana besar dibutuhkan untuk mendukung bidang garapan revitalisasi terutama untuk standardisasi sarana prasarana.

Sebagai solusi, Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud M Bakrun menjelaskan instansinya melakukan advokasi agar pihak-pihak terkait bisa mendukung revitalisasi SMK.“Termasuk kami mendukung Kementerian Perindustrian yang menginisiasi pemberian super tax deduction bagi perusahaan yang berkontribusi dalam program vokasi/revitalisasi SMK. Hal tersebut dimaksudkan agar menarik industri untuk lebih berperan dan memberikan dukungan kepada SMK,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 23/7/19.

Capaian revitalisasi SMK, lanjutnya, cukup membanggakan lantaran ada  kemitraan antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DU/DI) plus perguruan tinggi. “Ada link and match dengan dunia industri melalui penyiapan kurikulum implementasi di SMK serta optimalisasi kerja sama,” tegasnya.

Ada enam isu strategis yang diselaraskan dalam revitalisasi SMK. Di antaranya,

penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum; inovasi pembelajaran; pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; dan kemitraan sekolah dengan DU/DI dan perguruan tinggi; standardisasi sarana dan prasarana utama; dan penataan pengelolaan kelembagaan

Salah satu yang merasakan program Revitaliasi SMK dari Kemendikbud adalah SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba), Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki tenaga minim, namun sekolah tetap berdaya.

 

Baca Juga :