Keluhkan Website PPDB Karena Akses Sering Error–Bingung Isi Pengumuman

No comment

Keluhkan Website PPDB Karena Akses Sering Error–Bingung Isi Pengumuman

Keluhkan Website PPDB Karena Akses Sering Error–Bingung Isi Pengumuman

Keluhkan Website PPDB Karena Akses Sering Error–Bingung Isi Pengumuman

Pelayanan informasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur masih saja dikeluhkan pengguna. Website tersebut sulit dibuka dan isinya dianggap membingungkan. Akibatnya, masih ada siswa dan pengguna lain yang kesulitan untuk memanfaatkannya.

Misalnya, Saskia Ayu. Menurut siswi kelas IX itu, laman PPDB Jatim cukup sulit dibuka karena beberapa kali error. ’’Bergantung koneksi, kadang loading-nya lama,’’ tuturnya Kamis (25/5).

Karena tahun ini melanjutkan pendidikan ke SMA, Saskia cukup sering membuka laman PPDB Jatim. Dalam sehari, bisa lebih dari dua kali dia membuka situs tersebut. Namun, tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, dia mengalami kesulitan untuk melihat pengumuman di website tersebut.

Setiap hari siswi yang ingin masuk SMAN 6 Surabaya itu membuka website untuk mengecek jalur-jalur masuk. Meski sebenarnya telah menentukan pilihan masuk melalui jalur umum, Saskia tetap terus memantau jika sewaktu-waktu ada perubahan.

Menurut Saskia, pilihan dalam laman tersebut sudah cukup jelas. Begitu pula pengumuman yang disediakan. Dia bisa memahami isinya dengan baik. Hanya kendala error dan sulit terkoneksi yang sering kali mengganggu.

Hal berbeda dirasakan Angelica Wahyu Kartika Budiarti. Dia kesulitan untuk memahami mekanisme pendaftaran PPDB tersebut. Siswi kelas IX SMPN 3 Surabaya itu mengungkapkan, pengumuman yang dirinya baca di internet cukup membingungkan. ”Sudah saya baca berkali-kali, tapi masih bingung,” ujarnya.

Pada pendaftaran PPDB nanti, Angel mengikuti seleksi jalur prestasi dengan mekanisme offline. Peserta yang mengikuti jalur prestasi harus menyerahkan berbagai sertifikat dan piagam. ”Nah, untuk penyerahan sertifikat tersebut, saya bingung. Akan diberikan ke mana,” tanyanya.

Kebingungan mendaftar tersebut sebenarnya sudah disampaikan Angel kepada salah seorang guru di sekolahnya. Namun, dia belum mendapat kejelasan jawaban. Sebab, sekolah juga belum mendapat petunjuk resmi mengenai mekanisme PPDB SMA/SMK.

Angel menuturkan, selama ini informasi mengenai tata cara PPDB SMA/SMK memang diperoleh dari sumber tidak resmi. Informasi menyebar begitu saja dari grup media sosial milik siswa. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, biasanya siswa mencarinya melalui internet.

Secara terpisah, Kepala SMPN 13 Surabaya Juari mengungkapkan, sosialisasi PPDB secara utuh di sekolahnya selama ini memang belum dilakukan. Petunjuk teknis (juknis) PPDB yang belum lama diterbitkan membuat sekolah tidak berani menyosialisasikan teknik pendaftaran tersebut.

Sebelumnya, sosialisasi PPDB dengan melibatkan orang tua sebenarnya pernah

dilakukan. Namun, yang dibahas hanya kuota luar kota di SMA/SMK. Sementara itu, teknis PPDB secara menyeluruh baru disosialisasikan kepada orang tua pada Selasa (30/5).

Meski begitu, lanjut Juari, setelah menerima juknis PPDB, sekolah membagikan aturan tersebut kepada seluruh orang tua melalui jejaring grup media sosial wali murid.

Selain murid, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Agatha Retnosari gagal paham ketika membaca bab G tentang pemilihan sekolah tujuan. Pada salah satu poin dijelaskan bahwa calon peserta didik bisa memilih dua SMA yang hendak dituju.

Cara pertama, pilihan pertama pada sekolah di dalam zona (sekolah terdekat dengan domisili/kartu keluarga) dan pilihan kedua sekolah di dalam zona pada sekolah di luar zona. Cara kedua, pilihan pertama pada sekolah di dalam zona (sekolah terdekat dengan domisili/KK) dan pilihan kedua sekolah dari luar zona. Cara ketiga, pilihan pertama pada sekolah di luar zona dan pilihan kedua pada sekolah di dalam zona (sekolah terdekat dengan domisili). ”Ayat pertama ini mbulet ancen (Ayat pertama itu membingungkan memang, Red),” ujar politikus PDIP itu setelah membaca tata cara di juknis tersebut.

Agatha lalu mempertanyakan cara murid dari luar kota bisa mendaftarkan diri.

Sebab, di dalam juknis tidak ditemukan tata cara mendaftar untuk siswa yang berasal dari luar kota. Seharusnya kalimat pada juknis tersebut ditata lagi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Tujuannya, siswa yang membaca tidak semakin bingung.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim berbeda pandangan dengan Agatha. Dia menyebutkan, PPDB berlangsung dalam waktu dekat. Dengan demikian, aturan tersebut tidak perlu direvisi atau diubah. ”Nuruti orang puas itu tidak ada habisnya. Jadi, aturan itu tidak perlu diubah-ubah. Saya rasa sudah jelas,” ujar politikus PAN tersebut.

Suli meminta wali murid dan siswa tidak takut dengan aturan baru itu. Sebab, sistem

zonasi yang diterapkan bakal memprioritaskan siswa yang dekat dengan sekolah.

Suli menambahkan, PPDB saat ini mengakomodasi pemerataan pendidikan. Banyak siswa dari luar daerah yang ingin menimba ilmu di Surabaya. Sebab, fasilitas di Surabaya tidak dimiliki sekolah di daerah asal siswa tersebut. ”Wali murid dari luar Surabaya pasti berpikir bahwa sekolah di Surabaya nanti memudahkan jalan ke perguruan tinggi yang dituju,” sebutnya.

 

Baca Juga :