Jenis-Jenis Narasumber

Jenis-Jenis Narasumber

Jenis-Jenis Narasumber

Jenis-Jenis Narasumber

Ilmuwan

Ilmuwan dianggap sebagai narasumber paling sensitif diantara narasumber lainnya dalam hal memberikan keterangan kepada pihak-pihak lain di luar disiplin ilmunya. Para ilmuwan, sama seperti juga wartawan, sama mengejar kebenaran. Ilmuwan mengejar kebenaran baru, yang belum ditemukan, dan mempunyai kepentingan dalam menyampaikan kebenaran baru yang ditemukan dengan sikap sangat saksama dana korek.


Hubungan antara wartawan dan narasumber tidak semudah yang dibayangkan jika dimaksudkan untuk karya jurnalistik yang lebih serius. Marilah kita lihat apa yang ada dalam pemikiran seseorang ilmuwan yang baru saja menyelesaikan suatu proyek penelitian. Tirulah pada akhirnya sang ilmuwan yakin akan kebenaran hipotesisnya. Ia telah menemukan kebenaran.


Setelah bernapas lagi yang pertama, dua keraguan masih menghinggapinya: apakah ini memang benar, dan akankah masyarakat ilmuwan memahami dan menerimanya? Ia mencari jawaban atas dua pertanyaan tersebut dengan menunjukan metode-metode penelitiannya dan hasil-hasilnya agar diteliti lagi dengan cermat oleh ilmuwan-ilmuwan lain. Jika penelitiannya ketika ditiru ulang menghasilkan temuan-temuan, dia lalu membicarakannya dan memasukkannya ke dalam penelitian mereka selanjutnya. Ia dapat merasa yakin dan puas seperti setiap orang merasakannya, juga ketika jerih-payah pribadinya mencapai sukses.


Sang wartawan tentu saja tidak memainkan peranan dalam proses yang digambarkan di atas. Hanya ketika rekan-rekan sang ilmuwan menerima penelitiannya, maka sang ilmuwan menerima penelitiannya, maka sang ilmuwan baru benar-benar ingin mempublikasikan hasil penelitiannya itu lebih lanjut. Itulah sebabnya mengapa para wartawan menaruh perhatian pada jurnal-jurnal ilmiah.


Jika sang ilmuwan sudah menerbitkannya dalam jurnal yang ditakzimkannya, maka karyanya akan dicurigai. Kemudian, kemungkinan besar ia dituduh menekan rekan-rekannya sesama ilmuwan utuk menerima pendapat-pendapatnya. Kemudian, pers mungkin menerima pendapat-pendapatnya. Kemudian, pers mungkin kesulitan untuk menerima pendapat-pendapatnya.


Kemudian, pers mungkin kesulitan untuk memberitakan secara akurat tentang temuan-temuan sang ilmuwan dan kesalahan-kesalahan apa pun yang timbul akan menjatuhkan nama sang ilmuwan. Tetapi, jika hasil-hasil penelitian sang ilmuwan telah diterima oleh rekan-rekannya, maka sang ilmuwan pun mau membagi hasil-hasil itu dengan dunia. Ia percaya bahwa pengetahuan publik tentang suatu prestasi ilmiah membawa kemajuan bagi kemanusiaan.


Ketika seorang wartawan dan seorag ilmuwan berusaha memahami sudut pandang masing-masing tentang suatu berita, maka hubungan cinta-benci profesional pun dapat terjadi. Untunglah bagi wartawan maupun ilmuwan hubugan antar keduanya didasari oleh nalar dan sedikit saja oleh emosi dibandingkan dengan hubungan cinta. Tetapi, seorang wartawan yang bijaksana akan mengejar ilmuwan yang memberikan kesan akan menjadi narasumber yang baik dengan semangat besar dan sekaligus dengan kepedulian besar.


Birokrat

Selain hubungan dengan landasan abstrak di atas, banyak lagi hubungan dengan landasan kurang abstrak. Salah satu diantaranya adalah hubungan antara wartawan dengan birokrat. Dari sudut pandang wartawan, seorang birokrat adalah orang yang untuk melaksanakan tugas-tgasnya harus memperoleh kerjasama dari publik dalam hal ini memperoleh kerjasama dari publik dan dalam hal ini memperoleh kerjasama melalui media.


Yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang menjadi bagian sebuah institusi dan memiliki kompetensi untuk menjelaskan apa yang tengah terjadi terkait hal yang dinaungi oleh institusi tersebut seperti Dinas Pendapatan Pajak untuk soal pajak, atau pemerintah daerah dalam soal pemilihan kepala daerah.


Para birokrat menginginkan media memahami dengan tepat apa yang perlu diketahui oleh publik. Para birokrat itu juga tahu bahwa apa yang perlu diketahui oleh publik. Para birokrat itu juga tahu bahwa suatu saat di masa mendatang ia mungkin memerlukan seorang wartawan sebagai jalan pintas masuk media dalam keadaan darurat.


Politisi

Politisi memiliki motivasi yang sedikit berbeda dalam mencari perhatian publik melalui media. Seorang politisi adalah seorang yang berusaha meniti tangga kepemimpinan institusi sosial atau mengubah institusi. Politisi berusaha “menggerakan” segala sesuatu (birokrat berusaha melaksanakan sesuatu yang sudah tetap). Politisi berusaha bergerak maju menghadapi oposisi, kadang-kadang oposisi yang sangat aktif. Untuk melakukan hal tersebut, politisi harus merebut opini publik melalui media.


Politisi berusaha menarik dan merebut perhatian wartawan. Demikiam pula politisi lawannya. Reporter berusaha mendamaikan apa yang datang dari kedua kubu politisi tersebut dan memeriksa apa yang datang dari kedua kubu politisi serta memeriksa apa yang diklaim oleh keduanya. Hal itu serupa dengan mewawancarai pelatih dari kedua tim yang sedang bertanding. Dalam hal ini seorang wartawan harus menghindari favoritisme. Jika terdapat favoritisme maka pihak yang menjadi favorit akan memanipulasi dan hak lawan akan menolak.


Sumber:

https://ironmanfactory.com/cabang-olahraga-atletik/