Hikmah Mengetahui Tafsir dan Takwil

Hikmah Mengetahui Tafsir dan Takwil

Adapun hikmahnya maka tidak diragukan lagi. Allah berfirman:

Iw on#tø.Î) ’Îû ÈûïÏe$!$# ( ‰s% tû¨üt6¨? ß‰ô©”9$# z`ÏB ÄcÓxöø9$# 4 `yJsù öàÿõ3tƒ ÏNqäó»©Ü9$$Î/ -ÆÏB÷sãƒur «!$$Î/ Ï‰s)sù y7|¡ôJtGó™$# Íouróãèø9$$Î/ 4’s+øOâqø9$# Ÿw tP$|ÁÏÿR$# $olm; 3 ª!$#ur ìì‹Ïÿxœ îLìÎ=tæ ÇËÎÏÈ

“Allah menganugerakan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu,ia benar benar telah dianugerahi karunia yang banyak.” (QS. Al-Baqarah:296)

     Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Darda’ tentang ayat Dia berkat, “Membaca Al-Qur’an dan memikirkannya.” Ibnu Jarir meriwayatkan dengan riwayat yang seperti itu dari Mujahid, Abul Aliyah, dan Qatadah.

Allah berfirman:

šù=Ï?ur ã@»sVøBF{$# $ygç/ÎŽôØnS Ä¨$¨Z=Ï9 ( $tBur !$ygè=É)÷ètƒ žwÎ) tbqßJÎ=»yèø9$# ÇÍÌÈ

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia: dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS. Al-Ankabut: 43)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Amru Bin Murrah bahwa dia berkata, “Aku tidak melewati ayat yang aku tidak ketahui maknanya, kecuali aku menjadi sedih, karna Allah berfirman:

Abu Ubaid meriwayatkan dari Hasan bahwa dia berkata, “Allah tidak menurunkan suatu ayat, kecuali Dia menginginkan agar ayat itu diketahui tentang apa diturunkan dan apa maksudnya.”

Al-Ashbahani berkata, “Ilmu manusia yang paling mulia untuk didapatkan adalah tafsir Al-Qur’an. Penjelasannya bahwa kemuliaan suatu dapat tergantung kepada keutamaan objeknya. Jika hal itu sudah dipahami maka ilmu tafsir telah memiliki keistimewaan dari berbagai sisi. Adapun dari sisi objek, karena objeknya adalh Firman Allah Ta’ala  yang merupakan sumber dari semua hikmah dan semua keutamaan, di dalamnya ada berita tentang umat sebelummu dan berita umat sepeninggalanmu, serta hukum diantara kalian, tidak membosankan walaupun di ulang-ulang dan tak terhingga keajaiban-keajaibannya.

Adapun dari sisi tujuan, karena tujuannya adalah berpegang teguh kepada janji yang kuat, sampai kepada kebahagiaan hakiki, yang abadi. Adapun dari sisi besarnya kebutuhan kepadanya adalah karena setiap kesempurnaan, baik bersifat agama maupun dunia, yang cepat maupun yang lambat, membutuhkan kepada ilmu-ilmu yang syariat dan pengetahuan-pengetahuan agama. Semua itu tergantung kepada pengetahuan terhadap kitab Allah.”

  1. Keutamaan Tafsir

       Adapun keutamaannya makatidak di ragukan lagi, Allah berfirman:

’ÎA÷sムspyJò6Åsø9$# `tB âä!$t±o„ 4 `tBur |N÷sムspyJò6Åsø9$# ô‰s)sù u’ÎAré& #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2 3 $tBur ãž2¤‹tƒ HwÎ) (#qä9’ré& É=»t6ø9F{$# ÇËÏÒÈ

“Allah menganugrahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-sunnah) kepada siapa yang ia kehendaki. Dan barang siapa di anugrahi itu, ia benar-benar telah di anugrahi karunia yang banyak (Q.S. Al-Baqarah; 269)

Ibnu Abi Hatim dan yang lainnya meriwayatkan dari jalur Ibnu Abi Thalhah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: dia berkata, Maksudnya adalah mengetahui Al-Qur’an, yang menaskh diantaranya dan dinasakh, yang dimuhkam dan mutasyabih, yang terdahulu dan yang kemudian, yang halal dan yang haram, dan perumpamaan- perumpamaannya.”

Ibnu Mardawih meriwayatkan dari jalur Jawabir dari Adh-Dhahak dari Ibnu Abbas secara marfu’ tentang ayat ………… Dia berkata, “Al-Quran.” Ibnu Abbas berkata “Maksudnya adalah tafsirannya, karena sesungguhnya Al-Quran itu dibaca oleh orang yang baik dan orang yang berhajat.”

https://manjakani.co.id/crowntakers-apk/