Ginjal: Sistem Ekskresi pada Manusia

No comment

Ginjal: Sistem Ekskresi pada Manusia

pernahkah kamu mengkaji kecuali sehabis makan, minum, dan berlari tersedia banyak zat yang dikeluarkan melalui tubuh? Kenapa ya? Ternyata alasannya, zat-zat berikut merupakan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh. Hal ini disebut bersama sistem ekskresi yang tujuannya supaya tidak meracuni tubuh kita. Nah, sistem ekskresi pada manusia tersedia banyak, lho, melibatkan ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Sekarang, kami bahas perihal ginjal dahulu, ya!

Coba siapa yang mengerti di mana letak ginjal? Yup, posisinya berada di kanan dan kiri tulang pinggang yaitu di didalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (gambar a). Bentuknya layaknya biji kacang merah (gambar b). Oh ya, ginjal di sebelah kiri letaknya lebih tinggi lho daripada di sebelah kanan. Keduanya berwarna merah, sebab banyak darah yang masuk ke dalamnya. Wah, bagaimana caranya darah sanggup masuk ke didalam ginjal ya? Nah, pertama-tama melalui pembuluh arteri besar dan dapat terlihat berasal dari ginjal melalui vena besar.

Ginjal pun terdiri berasal dari tiga lapisan (gambar c). Bagian luar disebut kulit ginjal/korteks renalis, di bawahnya medula renalis, dan di bagian didalam terkandung rongga ginjal/pelvis renalis yang berfungsi sebagai penampung urine saat sebelum dikeluarkan melalui ureter. Selain itu, ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring yang disebut bersama nefron.

Apa itu nefron? Merupakan penyusun utama ginjal yang berperan perlu didalam sistem penyaringan darah. Bentuknya terdiri berasal dari komponen penyaring/badan malpighi yang dilanjutkan oleh saluran-saluran/tubulus. Tiap badan malpighi itu memiliki kandungan gulungan kapiler darah yaitu glomerulus yang berada didalam kapsula bowman. Di sinilah, sistem penyaringan darah dimulai. Agar kamu tidak bingung, menyimak lagi gambar di atas ya.

Badan malpighi kemudian melanjutkan salurannya ke medula renalis (bagian sedang ginjal) dan korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah:

Tubulus proksimal
Lengkung henle: saluran ginjal yang melengkung pada area medula, menghubungkan tubulus proksimal bersama tubulus distal.
Tubulus distal
Tubulus kolektivus (pengumpul) yang terkandung pada medula
Setelah kamu mengerti cara penyaringan, tahukah kamu bahwa urine yang dihasilkan ginjal perlu melalui tiga tahapan? Pertama yaitu filtrasi, ke-2 reabsorpsi, dan ketiga augmentasi.

a. Tahap Filtrasi

Pembentukan urine di awali berasal dari darah mengalir melalui arteri aferen ginjal, masuk ke didalam glomerulus yang tersusun atas kapiler-kapiler darah. Saat darah masuk ke glomerulus, tekanan darah pun jadi tinggi supaya mendorong air dan zat-zat yang punya ukuran kecil dapat terlihat melalui pori-pori kapiler, dan membuahkan filtrat. Cairan hasil penyaringan berikut (filtrat), tersusun atas:

Urobilin;
Urea;
Glukosa;
Air;
Asam amino;
Ion-ion layaknya natrium, kalium, kalsium, dan klor.
Filtrat sesudah itu disimpan saat di didalam kapsula bowman dan disebut urine primer. Tahapan pembentukan urine primer ini disebut langkah filtrasi. Sementara itu, darah dan protein tetap tinggal di didalam kapiler darah sebab tidak sanggup menembus pori-pori glomerulus.

b. Tahap Reabsorpsi

Urine primer yang terbentuk pada langkah filtrasi masuk ke tubulus proksimal. Di dalamnya terjadi sistem penyerapan lagi zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh (tahap reabsorpsi). Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh termasuk diangkut ke didalam sel, kemudian ke didalam kapiler darah di didalam ginjal. Sedangkan urea cuma sedikit yang diserap kembali.

Cairan yang dihasilkan berasal dari sistem reabsorpsi disebut urine sekunder yang memiliki kandungan air, garam, urea (penimbul bau pada urine), dan urobilin (pemberi warna kuning pada urine). Urine sekunder yang terbentuk berasal dari sistem reabsorpsi sesudah itu mengalir ke lengkung henle, kemudian menuju tubulus distal. Selama mengalir didalam lengkung henle, air didalam urine sekunder termasuk tetap direabsorpsi.

c. Tahap Augmentasi

Pada bagian tubulus distal masih tersedia sistem penyerapan air, ion natrium, klor, dan urea. Di sinilah terjadi sistem augmentasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh ke didalam urine sekunder. Ketika udah bercampur, inilah yang merupakan urine sesungguhnya. Kemudian disalurkan ke pelvis renalis (rongga ginjal). Urine yang terbentuk sesudah itu terlihat berasal dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih yang merupakan area menaruh urine sementara. https://www.biologi.co.id/

Kandung kemih punya dinding yang elastis dan sanggup meregang untuk sanggup menampung sekitar 0,5 L urine. Proses pengeluaran urine berasal dari didalam kandung kemih disebabkan oleh adanya tekanan akibat adanya sinyal yang perlihatkan bahwa kandung kemih udah penuh. Kontraksi otot perut dan otot-otot kandung kemih dapat terjadi saat adanya sinyal penuh didalam kandung kemih. Akibat kontraksi ini, urine sanggup terlihat berasal dari tubuh melalui uretra.