Etika dalam Praktik Bisnis

No comment

Etika dalam Praktik Bisnis

Etika dalam Praktik Bisnis

Etika dalam Praktik Bisnis

Berbicara mengenai etika dunia usaha atau etika dalam praktik bisnis, tentunya tidak terlepas dari perilaku pelaku-pelaku dalam dunia bisnis itu sendiri, yaitu pelaku ekonomi dan bisnis, pemerintah dan masyarakat dalam dunia usaha. Saat ini dunia bisnis sudah sangat berkembang di Indonesia. Perkembangan yang signifikan ini menyebabkan terjadinya persaingan bisnis di sana sini. Bahkan dunia bisnis tidak lagi mengenal adanya batas antara negara. Jarak dan batas tidak lagi menjadi penghalang bagi jalannya bisnis karena adanya teknologi yang mendukung berjalannya proses bisnis itu sendiri. Berkembangnya bisnis ini, semakin menuntut tentang praktik bisnis yang baik dan etis. Meskipun demikian, tidak sedikit pelaku bisnis seperti yang telah disebutkan di atas melakukan dan menghalalkan berbagai cara agar berhasil dalam menjalankan bisnisnya meskipun mungkin apa yang mereka lakukan memiliki unsur non etis. Perkembangan teknologi yang cepat itu juga berpengaruh pada masalah etika bisnis. Masalah etika bisnis tidak hanya menjadi bahan pembicaraan di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.
Memang, motivasi utama atau tujuan utama dari bisnis adalah memperoleh laba. Yang ingin diatur dalam etika bisnis dalam profesi adalah memperoleh laba dengan cara yang benar. Yang dimaksud dengan cara yang benar di sini adalah cara yang etis. Karena banyak bisnis yang berorientasi laba, dalam proses memperoleh labanya, menggunakan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan martabat kemanusiaan. Hal ini dipandang sebagai cara yang tidak etis.
Praktik bisnis merupakan aktivitas utama masyarakat yang seharusnya didukung oleh perilaku baik dan bila perlu terdapat code of conduct agar aktivitas ini bersih dari segala hal yang dapat mengganggu. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Nilai-nilai (values) adalah standar kultural dari perilaku yang diputuskan sebagai petunjuk bagi pelaku bisnis dalam mencapai dan mengejar tujuan. Dengan demikian, pelaku bisnis menggunakan nilai-nilai dalam pembuatan keputusan secara etik apakah mereka menyadarinya atau tidak. Semakin lama, manajer bisnis ditantang meningkatkan sensitivitas mereka terhadap permasalahan etika. Mereka menekankan pada evaluasi secara kritis prioritas nilai-nilai mereka untuk melihat bagaimana ini pantas dengan realitas dan harapan organisasi dan masyarakat.
Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan laba. Justru di era kompetisi yang ketat ini, reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru. Oleh karena itu, perilaku etika penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis.