Disdik Kembangkan Aplikasi Pengawas Kehadiran Online

No comment

Disdik Kembangkan Aplikasi Pengawas Kehadiran Online

Disdik Kembangkan Aplikasi Pengawas Kehadiran Online

Disdik Kembangkan Aplikasi Pengawas Kehadiran Online

Ke depan, kebiasaan siswa untuk bolos bakal lebih berkurang. Sebab, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tengah mengembangkan aplikasi Sistem Manajemen Pendidikan (Simdik) berbasis online.

Kepala Disdik Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, aplikasi tersebut untuk memantau kehadiran para peserta didik di sekolah.

”Pemantauannya memang melalui digital bisa lewat handphone, atau komputer,

yang jelas online. Lewat sekolah jaringannya nanti pemantauan dari sekolah,” papar Elih seperti dilansir galamedianews.com kemarin (29/1).

”Jadi orang tua bisa ngecek ke alamat itu, anak saya masuk sekolah enggak,” tambahnya.

Elih mengatakan, masih maraknya para pelajar yang bolos saat kegiatan berlajar mengajar berlangsung, menjadi landasan lahirnya inovasi tersebut. Nah, diharapkan aplikasi ini dapat membantu para guru mengawasi peserta didik.

”Kadang guru-guru juga tidak bisa mengawasi semuanya, jadi dengan adanya aplikasi ini bisa membantu,” katanya.

Dia menjelaskan, perilaku yang dibawa anak-anak saat berada di lingkungan

sekolah tak lepas dari pembentukan karakter anak ketika berada di lingkungan keluarga. Sehingga, pihaknya mendorong kepada setiap sekolah untuk meningkatkan kaloborasi dengan para orang tua murid.

Menurutnya, selama ini setiap pertemuan yang dilakukan antara pihak sekolah dengan orang tua murid hanya sakedar membicarakan soal iuran ketimbang memberikan panduan kepada anak-anak peserta didik.

”Makanya kita antisipasi kita imbau Kepala Sekolah setiap ketemu orang tua murid

berbicara juga soal perkembangan anak-anak di sekolah,” ucap dia.

Diakuinya, pelajar yang kerap kali bolos beralasan merasa jenuh dengan sistem belajar mengajar yang terlalu serius. Karena itu, pihaknya mendorong para guru untuk lebih kreatif dalam melakukan proses belajar mengajar agar tidak monoton.

”Kita mendorong guru mengajar lebih kreatif, jangan teori melulu tapi ada praktiknya juga. Sebenarnya metode itu sudah dikuasai guru, hanya saja tidak dipraktikan,” ujar dia. (

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/permonthblog