Di daerah, banyak SD minim laboratorium

No comment

Di daerah, banyak SD minim laboratorium

Di daerah, banyak SD minim laboratorium

Di daerah, banyak SD minim laboratorium

Masih sangat minimnya laboratorium matematika di sekolah dasar (SD) yang ada di

daerah, membuat para guru SD di daerah kurang menggunakan metode praktik dalam proses pembelajaran.

Hal ini membuat mahasiswa di Fakultas Matematika IPA (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berpikir, untuk menularkan ilmu alat peraga sebagai pengganti laboratorium secara fisik.

“Keberadaan laboratorium memang sebenarnya dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dibandingkan dengan siswa hanya belajar dari buku, termasuk untuk pelajaran matematika. Karenanya kami menggelar Workshop Laboratorium Matematika Sekolah Dasar,” kata Ketua Tim Kholida Agustin Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) FMIPA UNY, di Yogyakarta, Kamis (25/7/2013).

Dikatakan Kholida, workshop tersebut bertujuan untuk mengenalkan bentuk laboratorium matematika kepada guru-guru sekolah dasar di Gugus III Kecamatan Ngaglik, Sleman dengan bentuk sederhana.

Menurutnya, para guru tersebut mendapatkan materi tentang pengenalan konsep

penyelenggaraan laboratorium matematika, karena bentuk laboratorium tidak terpaku pada laboratorium secara fisik.

“Sejumlah alat seperti peraga operasi bilangan bulat dan alat peraga operasi

pecahan dapat merupakan bagian dari laboratorium matematika. Dengan alat-laat tersebut, guru dapat mengkreasikan alat peraga dan memberikan penyampaian kepada siswa,” ujar mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika ini.
(maf)

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2