3 Cara Membacakan Buku pada Anak Secara Efektif

Ayah bunda, dalam menyusun karakter dan perilaku anak, Anda bisa melakukan teknik kerja laksana komputer. Otak anak ibarat komputer dengan program softwarenya ialah pikiran anak. Cara kerja benak anak itulah serupa dengan teknik kerja komputer.

Setiap anak yang baru lahir laksana komputer yang masih kosong, belum terisi program apapun. Program yang bakal Ayah bunda input pada anak itu tergantung dari lingkungan mereka berinteraksi, kemauan serta keperluan masing-masing orang tua sehingga benak anak bakal memproses, menyimpan, dan menghasilkan output cocok dengan asa orang tuanya.

Ibarat komputer, anda harus memasang sistem operasi yang tepat supaya komputer itu dapat bermanfaat dengan baik. Begitupun dalam menyusun karakter dan perilaku anak, kita pun harus memasang ‘sistem operasi’ yang tepat dalam diri anak supaya mempunyai kualitas hidup yang baik.

Salah satu teknik memasukkan program yang kuat yakni dengan membacakan buku. Ayah bunda bisa membacakan kitab cerita tentang edukasi karakter pada mereka. Lewat membaca, Ayah bunda bakal mendapatkan dua manfaat, yakni membudayakan anak guna gemar menyimak sekaligus membina karakter dan perilaku si anak cocok yang Ayah bunda harapkan.

Contohnya, terdapat anak yang susah untuk menggosok gigi, namun Ayah bunda tidak jarang membacakan kitab cerita mengenai menggosok gigi masing-masing hari, di ketika mereka istirahat siang dan menjelang istirahat malam. Jika proses ini dilaksanakan berulang-ulang dan tersimpan di alam bawah sadar mereka, maka bakal tertanam di dalam benak mereka dan menghasilkan guna seperti yang Ayah bunda harapkan yakni anak-anak jadi rajin menggosok gigi.

Agar dalam proses membacakan kitab semakin efektif, Ayah bunda mesti menyimak hal-hal sebagai berikut:

Pilih Buku yang Tepat guna Anak
Masalah yang dirasakan setiap orang tua dalam menuntun anaknya bakal berbeda. Pilihlah kitab sesuai keperluan anak supaya mereka tertarik dan dapat fokus guna membacanya, pilih kitab yang menarik, gambar warna-warni, tulisan tidak boleh terlalu panjang dan kecil-kecil.

Pilih Waktu yang Tepat
Sebaiknya membacakan kitab cerita di ketika mereka berkeinginan tidur. secara alami setiap insan yang akan istirahat dan bangun istirahat akan memasuki situasi gelombang benak di alpha dan theta. Berdasarkan keterangan dari psikiater Jerman, Hans Berger, yang mengejar alat ukur benak yang disebut Electro Encephalograph (EEG).

Pada ketika itu, frekuensi gelombang benak menandakan kegiatan pikiran bawah sadar. Anak menjadi laksana terhipnotis, yaitu situasi anak telah merasa paling rileks, tenang, dan nyaris tertidur, namun anak masih menyadari keberadaannya. Oleh karena itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan gampang menerima ucapan dari orang beda apa adanya. Manfaatkan masa-masa yang tepat ini untuk menyerahkan input positif pada anak.

Lakukan Pengulangan Terus Menerus
Saat membacakan kisah ke anak perlu dilaksanakan pengulangan sebab dengan duplikasi inilah keterampilan anak bakal berkembang. Anak akan menjaga input, yaitu berupa informasi yang diterimanya dan ditabung dalam kenangan jangka panjang. Tanpa disadari, di bawah alam sadarnya, mereka bakal terpengaruh dari informasi yang diterimanya. Sehingga perilaku atau perbuatan yang diinginkan dapat tercapai.

Hal ini laksana diungkapkan oleh Sigmund Freud, seorang figur psikologi terkemuka, bahwa mayoritas perilaku manusia diprovokasi oleh benak bawah sadarnya. Kekuatan benak bawah sadar memprovokasi sebesar 88% dari perbuatan kita, sementara kekuatan benak sadar hanya dominan sebesar 12%.

Mari anda memasang aplikasi positif ke dalam diri anak. Jadikan mereka pribadi yang bisa meraih keberhasilan di dalam hidupnya. Semakin tidak sedikit software positif yang terdapat di dalam benak anak, maka semakin tidak sedikit mereka bisa menjalankan program yang diinginkannya sampai-sampai dapat menghasilkan output positif dengan berprestasi dan meraih kesuksesan.

Baca Juga: