Bisakah Kita Memiliki Energi Listrik Seperti Electro?

No comment

Bisakah Kita Memiliki Energi Listrik Seperti Electro?

Di pada RG Squad ada nggak sih yang sudi mempunyai kekuatan listrik kayak Electro si musuh Spiderman? Di Film The Amazing Spiderman 2, Electro beroleh kekuatannya secara tiba-tiba sehabis dia mengalami kecelakaan. Tubuhnya jatuh ke dalam akuarium yang memuat belut listrik dalam jumlah yang banyak. Padahal logikanya jika seseorang tersengat belut listrik, dia mampu mati. Serem kan? Tapi nyatanya tidak terhadap Electro. Dia justru mampu menyerap kekuatan listrik yang ada di sekitarnya dan mampu menyerang barang siapa yang dia mau.

di dalam tubuh kami memang dialiri oleh arus listrik loh. Jangan tidak benar sangka dulu ya, listrik yang ada terhadap tubuh kami nggak seperti yang kamu bayangin. Listrik itu nggak bakal mampu digunakan untuk menyerang orang lain seperti Electro atau apalagi untuk nge-charge hp sendiri. Kalau mampu kan lumayan tuh buat nge-charge tepat lupa bawa powerbank. Lalu, seperti apa ya listrik yang ada dalam tubuh kita? Simak baik-baik ya Squad!

Listrik yang terdapat terhadap tubuh makhluk hidup disebut dengan biolistrik. Berbeda dengan listrik yang berasal dari elektron seperti baterai, listrik dalam tubuh makhluk hidup berasal dari ion. Jadi, listrik yang ada dalam tubuh kami bukan seperti listrik yang mengalir terhadap kabel listrik

Biolistrik yang dimiliki tiap tiap manusia bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) di mana ATP ini dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan susunan muatan positif terhadap permukaan luar dan susunan muatan negatif terhadap permukaan dalam bidang batas atau membran. Jika diibaratkan, susunan muatan positif dan susunan muatan negatif ini serupa seperti katoda dan anoda dalam baterai.

Jika baterai berguna untuk alat-alat listrik, biolistrik berguna untuk tubuh makhluk hidup. Contohnya seperti perjalanan stimulan saraf menuju ke efektor terhadap tubuh manusia jadi terlampau cepat dikarenakan adanya proses kelistrikan terhadap sel saraf. Sel saraf terhitung disebut sebagai Neuron, dialah yang berperan dalam menghantarkan stimulan atau rangsangan.

Neuron yang berperan perlu untuk menghantarkan isyarat biolistrik dibagi jadi tiga anggota utama, yaitu: badan sel, dendrit dan akson.

Badan Sel

Mengandung inti sel dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berguna sebagai penyedia kekuatan untuk mempunyai rangsangan.

Dendrit

Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma. Dendrit biasanya banyak dan pendek-pendek. Fungsinya untuk mempunyai rangsangan ke badan sel.

Akson (Neurit)

Dendrit adalah serabut-serabut dari penjuluran sitoplasma. Bedanya dengan dendrit, akson ukurannya lebih panjang. Fungsinya untuk mempunyai dari badan sel ke sel saraf lain.

Jika dikelompokkan berdasarkan fungsinya, neuron dibagi jadi tiga Squad. Ada neuron sensorik (Sel Saraf Sensorik) yang berguna mempunyai stimulan dari reseptor (indra) ke pusat saraf, yakni otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian neuron motorik (Sel Saraf Motorik) yang berguna mempunyai stimulan dari pusat saraf menuju ke otot atau kelenjar. Terakhir ialah neuron konektor (Sel Saraf Perantara) yang banyak terdapat di otak dan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk mempunyai stimulan dari neuron sensorik ke neuron motorik.

Setelah menyadari bagian-bagian sel saraf atau neuron serta fungsi-fungsinya, sekarang kami bakal mengkaji berkenaan pergerakan impuls. Impuls mampu dikatakan sebagai pulsa listrik yang menjalari serabut saraf. Pergerakan stimulan ada dua yakni gerak menyadari dan gerak tak sadar.

A. Pergerakan Impuls Gerak Sadar

Gerak menyadari adalah gerakan yang berjalan dikarenakan disadari atau disengaja. Contohnya ialah ketika kamu menyita charger dan menghubungkannya ke stop kontak. Gerakan tersebut timbul dikarenakan adanya perintah dari pusat ke otak.

B. Pergerakan Impuls Gerak Tak Sadar

Gerak tak menyadari adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari, biasa disebut terhitung dengan gerak refleks. Contoh dari gerak tak menyadari ialah ketika tanganmu tak sengaja menyentuh CPU yang menyala lantas kesetrum, kamu bakal secara reflek menarik tanganmu. Gerak yang kamu jalankan tadi adalah gerakan yang timbul secara tiba-tiba. Tidak disadari dan tidak mampu dicegah.

Berdasarkan pergerakan tersebut, biolistrik terhadap suatu otot mampu menyebar ke semua tubuh seperti gelombang terhadap permukaan air. Gelombang listrik tersebut mampu dicermati dengan memasang lebih dari satu elektroda terhadap permukaan kulit. Hasil dari pengamatan tersebut mampu kami memakai untuk mendiagnosa kebugaran kami Squad. Contohnya, kami mampu memakai Elektrokardiogram (EKG) untuk mendiagnosa kebugaran jantung kita.

Selain terhadap jantung, kegiatan terhadap otak terhitung mampu dimonitor dengan langkah yang serupa yakni dengan memasang lebih dari satu elektroda terhadap posisi tertentu. Kemudian isyarat listrik yang dihasilkan mampu mendiagnosa lebih dari satu penyakit atau tanda-tanda penyakit seperti epilepsi, tumor, gegar otak dan kelainan otak lainnya. Jadi, mampu dikatakan bahwa semua kegiatan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya melibatkan fenomena kelistrikan yang dihasilkan oleh jutaan molekul biologi di tubuh kita.

Baca Juga :