Asas-Asas dalam Hukum Perjanjian

Asas-Asas dalam Hukum Perjanjian

Asas-Asas dalam Hukum Perjanjian

Asas-Asas dalam Hukum Perjanjian

  • Asas Kebebasan Berkontrak

Pasal 1338 BW menyatakan bahwa “ Segala sesuatu perjanjian dibuat secara sah oleh para pihak, berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya “

Sistem terbuka adalah bahwa “ Dalam membuat perjanjian para pihak diperkenankan untuk menentukan isi dari perjanjian sebagai Undang-Undang bagi mereka sendiri “


  • Asas Konsensualitas

Bahwa perjanjian tersebut lahir pada saat tercapainya kata sepakat antara   para pihak mengenai hal-hal yang   pokok dan tidak memerlukan   sesuatu   formalitas.
Asas Konsensualisme dapat disimpulkan dalam pasal 1320 BW “ Sahnya suatu perjanjian adalah :

  1. Kata sepakat,
  2. Cakap bertindak,
  3. Sesuatu hal tertentu,
  4. Causa yang halal.

Perikatan adalah

hubungan – hubungan hukum atau kaidah hukum antara 2 orang yang terletak di lapangan vermogen recht ( hukum harta kekayaan ) dimana pihak yang satu berhak atas suatu prestasi sedangkan yang lainnya berkewajiban membayar prestasi.

Unsur perikatan sebagaimana definisi tersebut :

  1. Adanya lega (norma hukum)
  2. Adanya para pihak yang disebut subyek hukum
  3. Adanya obyek hukum yang disebut
  4. Adanya sesuatu harta kekayaan atau benda.

Sedangkan definisi perjanjian atau persetujuan (overeenskomst) sebagaimana dijelaskan pasal 1313 BW, arti perjanjian adalah suatu perbuatan hukum dimana seseorang atau beberapa orang mengikatkan dirinya kepada seseorang atau beberapa orang lainnya atau perjanjian atau persetujuan antara 2 orang atau lebih yang saling mengikatkan dirinya.


Sumber: https://virtuco.co.id/ball-resurrection-apk/